JAWA TENGAH — Timnas Indonesia menuntaskan puasa gelar selama 35 tahun setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10) di SUGBK, Jakarta. Dua kiper berbeda, Maarten Paes dan Emil Audero, berbagi peran krusial di sepanjang turnamen.
Laga final berjalan dramatis. Skor imbang 1-1 di waktu normal, Thailand harus bermain dengan 10 orang di menit-menit akhir. Perpanjangan waktu juga berakhir 2-2 sebelum Indonesia memastikan gelar dari titik putih.
Pelatih John Herdman mengambil keputusan tidak biasa dengan memutar dua kiper. Maarten Paes dipercaya di dua laga awal, sementara Emil Audero mengawal gawang di dua laga akhir.
Paes tampil tangguh di fase grup. Kiper berdarah Belanda-Indonesia itu mencatatkan dua clean sheet, membawa Indonesia menang 2-0 atas Singapura dan imbang 0-0 melawan Malaysia.
Laga kontra Malaysia jadi ujian terberatnya. Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-36 setelah Thom Haye mendapat kartu merah. Paes tercatat melakukan delapan penyelamatan di laga itu.
Audero masuk saat Indonesia menghadapi Bangladesh dan Thailand di final. Meski kebobolan dua gol dari Bangladesh, kiper keturunan Italia itu melakukan satu penyelamatan krusial.
Di injury time, sontekan tumit Faarhan mampu ditepisnya. Bola kemudian diamankan Vickery yang mengoper lambung ke Verdonk, dilanjutkan ke Egy, lalu diteruskan ke Ole sebelum dituntaskan Baker untuk gol kesembilan.
Pada babak tos-tosan melawan Thailand, Audero menepis satu tembakan penalti. Kontribusinya memastikan Indonesia menang 4-2 dan mengakhiri dahaga juara Skuad Garuda.
Di balik dua nama yang tampil, Nadeo Argawinata tak henti memberikan dukungan dari bench. Kehadirannya menjaga atmosfer ruang ganti tetap solid sepanjang turnamen.
Gelar ini menjadi titik akhir penantian panjang sepak bola Indonesia. Kombinasi Paes di awal turnamen dan Audero di laga-laga penentu menjadi fondasi kokoh di balik trofi FIFA ASEAN Cup 2026.