JAWA TENGAH — Kabupaten Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara menyimpan potensi wisata yang jarang ditemui daerah lain, mulai dari panorama antarpulau, wisata bawah laut, kawasan vulkanik, hingga konservasi hewan endemik. Sebagai daerah perbatasan, Sangihe masih sering dianggap sekadar transit menuju Manado, padahal lanskap antarpulau di sini punya karakteristik yang berbeda-beda. Keberagaman potensi tersebut menjadi modal untuk memperkuat Sangihe sebagai daerah tujuan wisata, bukan hanya persinggahan.
Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe menilai karakter geografis kepulauan menjadi keunikan tersendiri yang membedakan Sangihe dari destinasi lain di Sulawesi Utara. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sonny Kapal, menyebut lanskap antarpulau di wilayah ini memiliki karakter yang tidak seragam, sehingga setiap pulau menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Meski begitu, Sangihe masih menghadapi tantangan tersendiri dalam menarik kunjungan langsung wisatawan. Posisi Manado yang lebih dulu dikenal sebagai pintu masuk utama membuat Sangihe kerap hanya menjadi tujuan lanjutan, bukan destinasi utama.
"Memang kita masih mengalami, Sangihe adalah tujuan dan Manado adalah transit. Untuk Sangihe, lanskapnya luar biasa dan antarpulau satu dengan yang lain memiliki karakteristik yang berbeda. Kita punya Gunung Api Bawah Laut Mahengetang yang menjadi salah satu daya tarik wisata kita," ujar Sonny Kapal.
Gunung Api Bawah Laut Mahengetang menjadi salah satu andalan wisata bahari Sangihe. Objek ini berada di bawah permukaan laut dan menawarkan pengalaman menyelam atau snorkeling yang berbeda dari terumbu karang biasa. Aktivitas bawah laut menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke kawasan ini.
Selain Mahengetang, kawasan Sahandarumang menyimpan potensi wisata khusus karena menjadi salah satu area konservasi bagi hewan endemik Sangihe. Kawasan ini menarik minat wisatawan yang datang untuk melakukan penelitian sekaligus mengenal lebih jauh keanekaragaman hayati yang dimiliki Sangihe.
Ketua Insan Pariwisata Indonesia DPW Satu Nusa Utara, Robin Bengke, menilai potensi pariwisata Sangihe tergolong lengkap karena memadukan wisata bahari, alam, dan budaya. Menurutnya, hampir setiap kampung di Sangihe memiliki keunikan masing-masing yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
"Kalau kita melihat potensi pariwisata di Sangihe, sebenarnya sangat lengkap. Kita punya wisata bahari, wisata alam, kemudian wisata budaya. Bahkan setiap kampung memiliki keunikan masing-masing yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata," kata Robin Bengke.
Kekayaan pariwisata Sangihe semakin kuat dengan keberadaan budaya lokal seperti Tulude. Tradisi ini menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Sangihe yang bisa dikenalkan kepada wisatawan dari dalam maupun luar daerah.
Keberagaman potensi yang dimiliki Sangihe menjadi modal dalam memperkuat daerah perbatasan ini sebagai tujuan wisata. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati satu jenis atraksi, tetapi bisa menggabungkan wisata bahari, alam, dan budaya dalam satu kunjungan.
Pengembangan sektor pariwisata juga diharapkan berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan dan budaya. Tujuannya agar kekayaan alam dan tradisi masyarakat Sangihe tetap terjaga serta dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Informasi terkini soal akses, akomodasi, dan paket wisata di Sangihe dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe atau pelaku wisata lokal setempat.