JAWA TENGAH — Ben Affleck membeberkan cara kerja Artists Equity, rumah produksi yang ia dirikan bersama Matt Damon, dalam wawancara eksklusif dengan Variety. Perusahaan itu membagi seluruh pendapatan streaming kepada talenta di atas garis, termasuk penulis skenario, sutradara, aktor, dan produser. Model ini disebut Affleck sebagai upaya mengubah cara industri membagi keuntungan.
Artists Equity berdiri sejak 2022 bersama Matt Damon dan bos RedBird Capital, Gerry Cardinale. Kantor mereka menempati dua lantai di gedung tinggi West Hollywood, lengkap dengan replika Batman dan kostum NASA dari film "The Martian" sebagai penghuni lobi.
Affleck menegaskan kantor itu bukan monumen pribadi. "Bahayanya adalah kalau ini terlihat seperti membangun monumen untuk diri sendiri, padahal bukan," katanya. Ia menyebut memorabilia film sebagai sisa fisik dari kerja panjang yang jarang tersimpan rapi.
Artists Equity menjanjikan akses keuntungan lebih cepat bagi para kreator. Perusahaan membagi seluruh pendapatan streaming kepada talenta di atas garis, di luar fee tradisional yang biasa mereka terima.
Mereka juga menegosiasikan bonus berbasis performa dengan Netflix. Bonus itu dibayarkan ke seluruh kru film, bukan hanya ke nama-nama besar di poster.
Kemitraan dengan Netflix membuat Artists Equity menjadi produser eksternal terdepan untuk film orisinal platform tersebut. Salah satu hasilnya adalah "The Rip", reuni layar Affleck dan Damon yang tayang pada Januari.
Proyek terbaru Affleck adalah "Animals", thriller penculikan yang ia sutradarai sekaligus bintangi. Film itu dibintangi pula oleh Kerry Washington, Steven Yeun, dan Gillian Anderson.
"Animals" tidak diproduksi lewat sistem studio legacy, melainkan melalui kerja sama Artists Equity dengan Netflix dalam skema first-look deal. Netflix juga mengakuisisi startup AI milik Affleck, InterPositive, pada Juli dengan nilai hampir 590 juta dolar AS.
Cardinale menggambarkan duet Affleck dan Damon sebagai kombinasi ideal. "Matt ingin menang Oscar dan Ben ingin menghasilkan uang. Bersama-sama, mereka orang yang sempurna," ujarnya.
Affleck menilai pendapatan bioskop tahun ini hampir kembali normal, meski jumlah penonton diprediksi tetap di bawah angka sebelum pandemi. Ia menyoroti format premium yang menciptakan selisih harga tiket.
Menurutnya, harga tiket bioskop yang seragam jadi keanehan tersendiri di pasar Amerika. Ia menyebut "Dune: Part Three" dan "Avengers: Doomsday" sebagai penentu arah pasar tahun ini.
Affleck sendiri pernah memerankan Batman dalam empat film antara 2016 dan 2023. Pengalaman itu membuatnya paham betul dilema film komik di tengah perubahan selera penonton.
Ia mengaku enggan terlalu banyak bicara soal bisnis yang sedang ia bangun. Namun ia berharap model Artists Equity bisa diadopsi perusahaan lain di industri film.
Langkah Artists Equity menambah daftar panjang perusahaan produksi yang mencoba memangkas peran studio besar. Bagi pasar hiburan Indonesia, model bagi hasil semacam ini jadi gambaran bagaimana rumah produksi lokal bisa menata ulang skema kerja sama dengan platform streaming.