WONOGIRI — Dua titik instalasi panel surya ditambahkan di kawasan Embung Doho untuk mendukung efisiensi pemompaan air menuju lahan pertanian warga. Panel surya itu juga menyuplai kebutuhan listrik di taman kuliner yang berdiri di sekitar embung. Fasilitas baru tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat embung bagi masyarakat Desa Doho dan Kecamatan Girimarto.
Ketua Coca-Cola Foundation Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menyebut Embung Doho sebagai proyek embung pertama yang dibangun pihaknya di Indonesia pada 2017. Menurut dia, keberadaan embung itu tidak hanya memberi manfaat air untuk pertanian dan perkebunan, tetapi juga membuka manfaat ekonomi lain bagi warga.
Instalasi panel surya difungsikan untuk pemompaan air sehingga bisa dialirkan ke kebun-kebun dan sawah warga. Listrik dari panel yang sama dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional taman kuliner di kawasan embung. Pemanfaatan energi ramah lingkungan itu disebut sebagai bagian dari efisiensi pengelolaan kawasan.
"Kami mendukung instalasi panel surya untuk pemompaan air sehingga bisa dialirkan ke kebun-kebun dan sawah warga, serta untuk pemanfaatan listrik di taman kuliner," kata Triyono.
Selain panel surya, pengembangan Sentra Kuliner UMKM Doho mengedepankan pengelolaan air yang efisien. Fasilitas tersebut dirancang dengan memperhatikan akses air, termasuk pemanfaatan air hujan dan penggunaan kembali air untuk kebutuhan non-konsumsi. Pendekatan itu dipilih agar kawasan embung tetap menjaga ketersediaan air di tengah ancaman perubahan iklim.
Triyono menilai kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta perlu terus diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurut dia, keberlanjutan adalah soal menciptakan manfaat jangka panjang yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Harapan kita, apa yang dikelola panitia bisa memberikan manfaat yang baik dan menjadi inspirasi bahwa kita harus menjaga sumber daya air sebaik-baiknya," tutur Triyono.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Wonogiri, Joko Purwidyatmo, mewakili Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam peresmian tersebut. Joko menilai pembangunan dan pengembangan embung memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian, ketahanan air, hingga potensi wisata lokal.
"Dampak positif pembangunan embung seluas 1,5 hektare ini yang utama adalah mampu menghadirkan fasilitas irigasi dan ketahanan ketersediaan air untuk budidaya pertanian, yang kemudian berkembang menjadi destinasi wisata masyarakat lokal," kata Joko.
Kehadiran Sentra Kuliner UMKM Doho dinilai semakin memperkuat manfaat kawasan embung. Fasilitas itu membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.
"Hadirnya fasilitas Warung UMKM ini semakin menguatkan visi Kabupaten Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan," ujarnya.
Joko berpesan agar warga Desa Doho dan Kecamatan Girimarto memelihara fasilitas yang telah dibangun. Menurut dia, pemeliharaan itu menentukan agar manfaat embung dapat berlangsung maksimal bagi peningkatan kesejahteraan bersama.
Dengan penambahan panel surya dan Sentra Kuliner UMKM, Embung Doho kini menggabungkan fungsi ketahanan air, energi terbarukan, pemberdayaan UMKM, pertanian, dan wisata komunitas di Kabupaten Wonogiri.