Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Ajak Ratusan Penari Lestarikan Budaya Daerah

Penulis: Qodri Anwar  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45:01 WIB
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ikut serta dalam flashmob bersama ratusan penari di Pantai Widuri.

PEMALANG — Kawasan Pantai Widuri menjadi saksi kemeriahan peringatan Hari Tari Sedunia tingkat Kabupaten Pemalang tahun 2026. Bupati Pemalang Anom Widiyantoro turun langsung mengikuti gerakan tari bersama ratusan peserta yang memadati halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Aksi seni ini melibatkan 200 penari yang berasal dari 14 sanggar tari di seluruh penjuru Kabupaten Pemalang. Para peserta menampilkan berbagai tarian nusantara dalam format flashmob yang dikombinasikan dengan dentuman musik tradisional, menciptakan suasana meriah di tepi pantai.

Aksi Flashmob 14 Sanggar Tari di Kawasan Wisata

Kepala Disparbud Kabupaten Pemalang, Fera Djokosusanto, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tari. Selain sebagai ajang silaturahmi antar-pelaku seni, kegiatan ini bertujuan mendorong kreativitas penari dalam mengeksplorasi lingkungan sebagai panggung karya.

Rangkaian acara diawali dengan eksplorasi tari di bibir pantai, dilanjutkan dengan kirab penari menuju pendopo. Puncaknya adalah pertunjukan tari dari masing-masing sanggar yang menunjukkan kekayaan koreografi berbasis kearifan lokal.

"Kegiatan ini diikuti oleh 14 sanggar tari dengan jumlah sekitar 200 penari. Adapun rangkaian acara meliputi eksplorasi tari di tepi pantai, kirab penari menuju pendopo, flashmob tarian nusantara, hingga pertunjukan tari dari masing-masing sanggar," ujar Fera.

Rencana Perluasan Ruang Ekspresi Seni di Fasilitas Umum

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia memandang momentum Hari Tari Sedunia sebagai langkah krusial dalam menjaga jati diri bangsa di tengah gempuran tren modernisasi yang sangat cepat.

Anom menyatakan komitmennya untuk membuka lebih banyak ruang publik bagi para seniman. Ia memproyeksikan area seperti City Walk dan ruang terbuka hijau lainnya di Pemalang dapat digunakan secara rutin oleh sanggar-sanggar tari untuk tampil di hadapan publik.

"Saya ingin suatu saat sanggar-sanggar tari bisa tampil di Pantai Widuri, City Walk, maupun ruang terbuka lainnya. Ini bagian dari ekspresi dan kecintaan kita terhadap budaya bangsa," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan motivasi khusus kepada para penari muda agar konsisten mengasah kemampuan mereka. Menurutnya, para penari adalah garda terdepan dalam merawat kohesi sosial melalui jalur seni budaya.

"Teman-teman penari ini bukan hanya tampil, tetapi juga sedang menjaga jati diri budaya dan kekerabatan kita. Jangan lelah berlatih dan terus lestarikan kebudayaan," kata Anom.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Tutuko Raharjo, Kepala Bakesbangpol Joko Ngatmo, serta Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie. Meski peringatan resmi Hari Tari Sedunia jatuh pada 29 April, antusiasme masyarakat Pemalang tetap tinggi dalam mengikuti rangkaian acara yang digelar pada awal Mei tersebut.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: radartegal.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top