KLATEN — Koperasi Merah Putih memperkuat jajaran armada operasionalnya di wilayah Jawa Tengah dengan mendatangkan puluhan unit kendaraan baru. Pengiriman kali ini mencakup 67 unit truk yang akan dioperasikan untuk mendukung berbagai kegiatan ekonomi dan logistik di tingkat lokal.
Kedatangan puluhan truk tersebut menambah daftar panjang aset transportasi yang dikelola koperasi di wilayah ini. Sebelumnya, pihak manajemen telah menyiagakan 50 unit mobil operasional yang sudah lebih dulu mengaspal di jalanan Klaten dan sekitarnya.
Proses serah terima kendaraan dilakukan di Lapangan Asrama Kodim 0723/Klaten pada Senin (4/5/2026). Pemilihan lokasi ini menjadi pusat koordinasi sebelum unit-unit kendaraan tersebut disebar ke titik-titik operasional yang telah ditentukan oleh pengurus koperasi.
Kendaraan yang didatangkan merupakan jenis Mahindra Scorpio 4x4, yang dikenal memiliki ketangguhan di berbagai medan jalan. Spesifikasi ini dianggap cocok dengan kontur wilayah di Klaten yang beragam, mulai dari jalan perkotaan hingga akses ke pelosok desa.
Manajemen koperasi memastikan bahwa masuknya 67 unit truk ini tidak dilakukan sekaligus dalam satu waktu. Pengiriman dilakukan dalam beberapa gelombang untuk memastikan kesiapan administrasi dan teknis setiap unit sebelum benar-benar digunakan untuk melayani anggota.
Penambahan armada truk ini merupakan langkah lanjutan dari program modernisasi transportasi yang dijalankan Koperasi Merah Putih. Dengan total 67 truk baru dan 50 unit mobil yang sudah ada, kapasitas angkut dan jangkauan layanan koperasi diharapkan meningkat signifikan.
Langkah ini diambil guna merespons kebutuhan anggota yang memerlukan dukungan logistik lebih kuat. Kehadiran armada 4x4 ini diproyeksikan mampu mempermudah distribusi hasil bumi atau kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Klaten secara lebih efisien.
Hingga saat ini, proses pengecekan fisik unit masih terus berlangsung di lokasi penyerahan. Setelah seluruh tahapan administrasi rampung, kendaraan-kendaraan ini akan segera diterjunkan ke lapangan sesuai jadwal operasional yang telah disusun oleh pengurus daerah.