SALATIGA — Dari total 320 atlet yang diproyeksikan masuk skuad Kota Salatiga, hanya 236 orang yang hadir mengikuti rangkaian tes parameter di sekretariat KONI Salatiga, Sabtu (9/5/2026) lalu. Sisanya, 84 atlet, absen dengan berbagai alasan mulai dari mengikuti pelatnas, sakit, hingga kepentingan pribadi.
Ketua KONI Salatiga, Agus Purwanto, menegaskan bahwa ketidakhadiran tersebut akan menjadi catatan serius. “Semua atlet harus menunjukkan keseriusan. Kalau tidak mengikuti tahapan yang sudah ditentukan, tentu akan menjadi bahan evaluasi,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Agus menambahkan, atlet yang tidak mengikuti tahapan persiapan secara penuh berpotensi dicoret dari proyeksi kontingen Porprov Jateng 2026. Tes fisik ini merupakan evaluasi awal untuk memastikan setiap atlet dalam kondisi prima sebelum berlaga di ajang antar-kabupaten/kota se-Jawa Tengah itu.
Dalam tes tersebut, para atlet menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Pengukuran tinggi dan berat badan, serta tekanan darah sebelum dan sesudah aktivitas fisik menjadi parameter awal.
Setelah itu, atlet diuji kemampuan fisiknya melalui serangkaian latihan. Mulai dari tes kelincahan, kekuatan, daya tahan lewat multistage fitness test (MFT) atau beep test, push up, sit up, back up, hingga tes daya ledak.
Sebanyak 35 cabang olahraga (cabor) mengikuti agenda ini. Menariknya, cabor non-fisik seperti catur dan aeromodeling juga turut serta. Bahkan, beberapa atlet berusia di atas 40 tahun tetap mengikuti rangkaian tes parameter tersebut.
Menurut Agus, tes parameter akan digelar dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada Mei 2026, sementara tahap kedua dijadwalkan pada September 2026.
“Hasil tes ini menjadi dasar evaluasi untuk membentuk tim terbaik Kota Salatiga di Porprov nanti,” tegasnya.