JAWA TENGAH — Penghargaan di kategori Key Elements of Marketing diraih berkat konsistensi Pegadaian dalam menjaga kepercayaan publik melalui program CX100. Pendekatan ini memastikan setiap interaksi dengan nasabah mengedepankan sisi humanis, membangun kedekatan emosional, dan membuat nasabah merasa dilayani secara personal.
Di sisi lain, keunggulan di kategori Tech-Marketing dibuktikan lewat aplikasi Tring!. Inovasi digital ini menjadi solusi literasi keuangan berbasis emas yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan finansial cepat tanpa harus mengantre. "Sebagai Bank Emas pertama di Indonesia, kehadiran Tring! By Pegadaian menjadi semangat baru bagi kami. Strategi pemasaran dan masifnya campaign yang kami lakukan membuktikan komitmen kami untuk terus memperluas akses keuangan berbasis emas di Indonesia," ujar Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti.
Kemenangan pada kategori Entrepreneurial Marketing mengukuhkan posisi Pegadaian sebagai organisasi dengan jiwa kewirausahaan tinggi. Perusahaan dinilai piawai membaca peluang pasar dan berani mengeksekusi inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan nasabah.
"Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa strategi modern seperti digitalisasi harus berjalan seiring dengan kualitas pelayanan di lapangan. Kami berkomitmen untuk melayani sepenuh hati dan terus mendengarkan serta memahami kebutuhan nasabah," tambah Selfie.
Di ajang yang sama, Selfie Dewiyanti juga menerima penghargaan Dewi BUMN. Penghargaan ini merupakan ruang apresiasi bagi para pemimpin perempuan di lingkungan BUMN atas dedikasinya dalam mengawal transformasi pemasaran dan inovasi produk yang inklusif. Di bawah kepemimpinannya, Pegadaian berhasil menjadi semakin relevan di hati lintas generasi.
Ke depannya, Pegadaian berkomitmen menghadirkan ekosistem layanan yang inklusif dengan mengintegrasikan layanan fisik yang ramah dan teknologi canggih. Perusahaan optimistis dapat terus memberikan pengalaman yang mudah, aman, dan memuaskan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Ajang BEMA 2026 yang berlangsung sejak Februari lalu ini menjadi ajang pembuktian bahwa Pegadaian tidak hanya bergerak di bisnis gadai, tetapi juga menjadi pionir literasi keuangan berbasis emas di Tanah Air.