Otorita IKN Luncurkan Akademi SIAPIK dan Business Matching, Target 1.000 UMKM Lokal Naik Kelas pada 2026

Penulis: Qodri Anwar  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 20:54:31 WIB
Otorita IKN resmi meluncurkan Akademi SIAPIK untuk mendigitalisasi pencatatan keuangan UMKM.

JAWA TENGAH — Program ini merupakan inisiatif Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN yang menggandeng Kantor Perwakilan BI Balikpapan serta OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa penguatan UMKM bukan sekadar program pendampingan, melainkan strategi inti pembangunan Nusantara.

“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat yang akan tumbuh bersama perkembangan Nusantara. Karena itu, peningkatan kapasitas mereka menjadi sangat penting,” ujarnya.

Pelatihan SIAPIK: Mengubah Catatan Manual Jadi Digital

Melalui Akademi SIAPIK, peserta tidak hanya diajarkan teori. Mereka mendapat pelatihan langsung penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), pengelolaan keuangan sederhana, ekonomi syariah, digitalisasi sistem pembayaran, hingga perlindungan konsumen.

Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan, menjelaskan bahwa pencatatan keuangan yang rapi menjadi syarat mutlak agar UMKM bisa mengakses kredit perbankan. “Melalui SIAPIK, pelaku usaha dapat mencatat biaya, pemasukan, keuntungan, dan perkembangan usaha secara lebih terstruktur. Catatan keuangan yang baik akan sangat membantu ketika mengajukan pembiayaan,” jelasnya.

Business Matching: Pelaku Usaha Bertemu Langsung dengan Bank

Tak berhenti di ruang kelas, para peserta juga difasilitasi dalam sesi business matching. Mereka dipertemukan dengan sejumlah bank yang tergabung dalam Forum Perbankan IKN, seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, dan Bank Kaltimtara. Tujuannya, pelaku usaha bisa langsung menjajaki peluang pembiayaan sesuai kebutuhan.

Alimuddin menambahkan, hadirnya IKN membuka pasar baru yang harus dimanfaatkan. Namun, peluang itu hanya bisa diraih jika UMKM memiliki tata kelola yang baik. “Kami ingin pelaku UMKM lokal percaya diri, terus berinovasi, menjaga kualitas produk, dan memperkuat tata kelola usaha agar mampu naik kelas,” katanya.

Testimoni Peserta: Modal Usaha Tak Lagi Bercampur Kebutuhan Pribadi

Reni Sayu, pelaku usaha keripik pisang asal Penajam Paser Utara, mengaku selama ini mencatat keuangan secara manual. Akibatnya, modal usaha kerap bercampur dengan uang belanja harian. “Melalui kegiatan ini kami belajar mengelola keuangan usaha secara lebih baik dan modern menggunakan aplikasi digital,” ungkapnya.

Menurut Reni, meningkatnya aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk di IKN menjadi peluang besar. “Kalau UMKM bisa masuk dan berjualan di kawasan ini, peluang berkembangnya tentu semakin besar,” ujarnya.

Tema kegiatan tahun ini, ENERGI (Edukasi dan siNERGI), dipilih untuk menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga. Pandu menegaskan, UMKM memiliki peran strategis karena mampu menyerap tenaga kerja dan menjadi penopang ekonomi nasional. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan kapasitas UMKM agar semakin kuat, semakin maju, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang di kawasan IKN,” pungkasnya.

Reporter: Qodri Anwar
Back to top