SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan tanpa hambatan berarti. Dalam kunjungannya ke Posko SPMB dan SMAN 3 Semarang, ia mendapati kendala yang dihadapi calon siswa dan orang tua sebagian besar bersifat teknis, seperti kesulitan mengunggah data di aplikasi.
“Rata-rata tidak bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya,” ujar Luthfi di sela-sela pemantauan.
Ia mengapresiasi dedikasi petugas SPMB yang tetap siaga meski di hari libur. Di SMAN 3 Semarang, para guru juga terlihat bertahan di sekolah untuk melayani pendaftar.
Dalam kesempatan itu, Luthfi kembali menegaskan komitmen terhadap integritas penerimaan siswa. Tagline “No Titip-titip, No Jastip” menjadi prinsip utama yang harus dipegang semua petugas.
“Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orangtua/wali murid dengan jelas agar tidak ada komplain. SPMB 2026 ini harus lebih baik dari tahun kemarin,” tegasnya saat menyapa petugas di Kantor Cabang Dinas Pendidikan secara daring.
Pemprov Jateng telah menetapkan rincian jalur dan kuota untuk SMA Negeri, yakni domisili 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen. Sementara untuk SMK Negeri, alokasinya meliputi prestasi 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 5 persen.
Semua calon peserta didik, kata Luthfi, mendapat kesempatan yang sama. Petugas diminta bertindak profesional tanpa pandang bulu.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan, penguatan sistem SPMB tahun ini dilakukan dengan menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jateng serta perusahaan teknologi Alibaba. Langkah ini untuk mengantisipasi risiko jaringan drop saat lonjakan pendaftar.
Sistem menggunakan cloud server dengan teknologi auto scaling, yang memungkinkan kapasitas server bertambah secara otomatis. Pemprov juga menyiapkan sistem cadangan multi-zone—jika satu pusat data terganggu, lokasi lain langsung mengambil alih.
Dari sisi keamanan, Sadimin memastikan data pribadi calon siswa terlindungi dari kebocoran dan serangan siber. “Kami menjamin perlindungan penuh terhadap data pribadi siswa, dari risiko kebocoran data maupun serangan siber,” katanya.
Luthfi menambahkan, anak-anak yang mendaftar merupakan aset masa depan provinsi. “Ini salah satu bentuk pelayanan kita, agar anak-anak yang mendaftar SMA ini bisa memilih dan memilah. Mereka itu merupakan aset bagi provinsi di akan datang,” pungkasnya.