Penahanan ini merupakan eskalasi signifikan dalam penyelidikan yang dimulai Kejaksaan Keelung pada Mei lalu. Sebelumnya, tiga orang telah ditangkap pada bulan yang sama terkait deklarasi pengiriman yang tidak akurat, dan enam orang lainnya diperiksa pada Juni saat penggerebekan di Super Micro dan dua mitra rantai pasok. Semua penahanan sejauh ini menggunakan pasal pemalsuan dokumen, bukan penyelundupan, karena Taiwan tidak mengkriminalisasi ekspor chip AI tanpa izin ke China.
Modus Pemalsuan Dokumen dan Celah Hukum Taiwan
Jaksa menyebut Chang — nama belakang tersangka — sangat diduga melakukan pelanggaran dan dinilai berisiko melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau berkolusi dengan saksi. Namun, jaksa belum menuduh Nvidia sebagai korporasi melakukan kesalahan.
Ketidakmampuan Taiwan menjerat pelaku dengan pasal penyelundupan membuat aparat menggunakan pasal pidana umum. Ini menjadi celah hukum yang dimanfaatkan jaringan pengalihan chip ke China, di mana chip AI buatan AS seperti seri A100 dan H200 sangat diminati meski dilarang diekspor tanpa izin Washington.
Respons Nvidia: "Penyelundupan Itu Mustahil"
Juru bicara Nvidia menegaskan kepada Tom's Hardware bahwa perusahaan hanya menjual ke mitra terkenal seperti OEM yang memastikan kepatuhan terhadap aturan kontrol ekspor AS. "Bahkan eksportir kecil dan pengiriman kecil pun melalui peninjauan ketat di kedua sisi dunia. Produk yang dialihkan tidak akan mendapat layanan, dukungan, atau pembaruan," ujarnya.
Pernyataan ini kontras dengan temuan penyelidikan. Pada Maret lalu, pendiri Super Micro, Yih-Shyan "Wally" Liaw, didakwa atas pengalihan server senilai sekitar 510 juta dolar AS ke China. Senator Elizabeth Warren, anggota Komite Perbankan AS, pada 1 Juni menulis surat kepada Nvidia menanyakan bukti yang mendukung klaim CEO Jensen Huang bahwa "tidak ada bukti pengalihan chip AI."
Daftar Hitam Huawei dan SMIC, serta Celah Regulasi
Huawei dan SMIC masuk dalam daftar entitas teknologi tinggi strategis International Trade Administration AS pada Juni tahun lalu. Artinya, perusahaan Taiwan harus mendapat persetujuan pemerintah sebelum mengirim ke entitas tersebut. Namun, daftar ini hanya berdasarkan nama pembeli tanpa ambang batas kinerja — sebuah rak akselerator yang dijual ke perusahaan tidak masuk daftar tidak perlu persetujuan.
Pemerintah Taipei dikabarkan sedang mempertimbangkan kontrol berbasis ambang batas kinerja yang meniru aturan Washington. Kementerian Ekonomi Taiwan mengonfirmasi konsultasi dengan AS untuk membawa chip canggih ke bawah regulasi, tanpa menetapkan jadwal.
Jalur Legal ke China dan Pasar Gelap Blackwell
Sejak Desember, Biro Industri dan Keamanan AS mulai meninjau lisensi ekspor H200 secara kasus per kasus dengan batas 25% pendapatan, menyetujui sekitar 10 pembeli China untuk masing-masing hingga 75.000 unit. Namun, Wakil Menteri Perdagangan Jeffrey Kessler mengatakan pengiriman di bawah lisensi itu masih sepele.
Bagian chip Blackwell sama sekali tidak tersedia untuk China, dan permintaan tinggi dari sana telah mendorong harga server A100 yang sudah berusia lima tahun hingga 82.000 dolar AS di pasar gelap domestik. Kasus ini menunjukkan betapa rumitnya rantai pasok chip global ketika kepentingan ekonomi, keamanan nasional, dan celah hukum saling bertabrakan.