BYD Desak Pemerintah Beri Insentif Khusus untuk PHEV, Bedakan dari Mobil Hybrid Biasa

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 23:05:01 WIB
BYD mendorong pemerintah memberikan insentif khusus bagi kendaraan PHEV di Indonesia.

JAWA TENGAH — Harapan itu disampaikan langsung oleh Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut Luther, secara fundamental teknologi PHEV memiliki karakteristik yang jauh lebih dekat dengan mobil listrik murni (BEV) dibandingkan hybrid biasa.

Kapasitas Baterai Lebih Besar, Orientasi ke Mode Listrik

Luther menjelaskan perbedaan utama PHEV terletak pada kapasitas baterainya yang lebih besar dan kemampuannya melaju dalam mode listrik pada jarak tertentu. Hal ini membuat skema kerja mesin dan sistem pengisian baterainya berbeda total dari mobil hybrid konvensional.

"Kita memang sangat mengharapkan bahwa teknologi PHEV ini dikategorikan sebagai EV karena memang dia sangat beda. Secara kapasitas baterai lebih tinggi, teknologi dan skema di ICE beda, jadi betul-betul untuk dukung pengisian baterai," ujar Luther.

"Dan orientasinya memang kendaraan EV, hanya saja dilengkapi engine. Jadi kami sangat berharap, dan kami menggali bagaimana agar PHEV dikategorikan sebagai EV, sama kayak negara-negara lain," katanya lagi.

Insentif Tak Harus Setara BEV, tapi Lebih Baik dari ICE

Saat ini, aturan di Indonesia belum memberikan perlakuan khusus bagi PHEV. Mobil jenis ini masih diperlakukan sama dengan kendaraan konvensional, termasuk dalam kebijakan ganjil-genap. Sementara itu, mobil listrik murni sudah menikmati insentif fiskal, nonfiskal, hingga pelat nomor biru.

Luther menekankan bahwa insentif yang diharapkan tidak harus setara dengan mobil listrik murni. Namun, pengguna PHEV setidaknya perlu mendapatkan manfaat yang lebih baik dibandingkan pengguna mobil bermesin konvensional.

"Karena kalau sekarang, selama itu hybrid sama aja kayak ICE," ujarnya. "Ini untuk mendukung transisi masif," tambah Luther.

Usulan Masih Tahap Awal, BYD Gali Peluang Regulasi

Menurut Luther, usulan ini masih berada pada tahap awal dan belum dibahas secara intensif dengan pemerintah. BYD saat ini masih terus menggali opsi agar regulasi di Indonesia bisa membedakan PHEV dari hybrid biasa.

Langkah ini menjadi penting bagi BYD yang baru saja memperkenalkan M6 DM di Indonesia. Dengan adanya insentif khusus, harga jual PHEV bisa lebih kompetitif dan adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia bisa berjalan lebih cepat, terutama sebagai kendaraan transisi menuju era mobil listrik penuh.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top