JAWA TENGAH — Pembangunan kelistrikan di Pulau Dudepo menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan antara jajaran PLN UID Suluttenggo dan Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo. General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyebut proyek ini sebagai wujud nyata komitmen perusahaan menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri.
“Proyek menantang seperti di Pulau Dudepo membutuhkan kepastian hukum agar berjalan lancar. Kami berkomitmen penuh untuk selalu berada di koridor hukum dan prinsip Good Corporate Governance (GCG),” ujar Usman dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (8/1).
Dalam audiensi yang juga menjadi ajang silaturahmi dengan Kajati Gorontalo yang baru, Dr. Sumurung Pandapotan Simaremare, PLN memaparkan sejumlah program strategis yang tengah diakselerasi. Selain Pulau Dudepo, diskusi juga menyentuh soal optimalisasi aset, pengamanan jalur transmisi dan distribusi, hingga rencana edukasi hukum bersama.
Usman menekankan, pendampingan dari aparat penegak hukum sangat krusial untuk memitigasi risiko sejak dini. “Dengan adanya sinergi dan pengawalan hukum yang matang, kami optimistis seluruh program investasi dan pembangunan kelistrikan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Gorontalo,” tambahnya.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momen perkenalan Hanggoro Nur Purwanto sebagai Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gorontalo yang baru. Hanggoro menyambut baik dukungan dari Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang dinilainya sebagai sinyal positif bagi kelanjutan kerja sama.
“Keandalan operasional di lapangan sangat bergantung pada kolaborasi harmonis dengan aparat penegak hukum. Dukungan ini menjadi pondasi bagi kami untuk memberikan pelayanan kelistrikan yang terbaik dan andal bagi seluruh pelanggan,” tutur Hanggoro.
PLN berharap hubungan kelembagaan yang solid dengan Kejaksaan Tinggi Gorontalo bisa menjadi motor penggerak kelancaran proyek di Pulau Dudepo dan menjadi katalis bagi program strategis lainnya. Targetnya, ekosistem kelistrikan yang andal, hijau, dan berkelanjutan bisa terwujud di seluruh Provinsi Gorontalo.