WONOGIRI — Satuan Lalu Lintas Polres Wonogiri memastikan kronologi kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dan bus di Jalan Raya Baturetno berbeda dengan informasi yang beredar di masyarakat. Peristiwa yang menewaskan pembonceng motor itu terjadi di Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, pada pekan lalu.
Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Sugiyanto menegaskan bahwa korban meninggal akibat benturan keras saat terjatuh dari motor, bukan karena terseret kendaraan bus. "Hasil olah TKP menunjukkan korban terpental dan mengalami luka parah di bagian kepala. Tidak ada tanda-tanda korban terseret dalam jarak jauh," ujarnya, Senin (17/3).
Pernyataan ini sekaligus meluruskan kabar yang ramai di grup WhatsApp warga setempat. Sebagian warga meyakini korban sempat terseret puluhan meter oleh bus jurusan Solo–Wonogiri tersebut sebelum akhirnya meninggal di tempat.
Dari penyelidikan sementara, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang ditumpangi dua orang melaju dari arah selatan ke utara. Di lokasi kejadian, pengendara motor diduga hendak mendahului kendaraan di depannya. Dari arah berlawanan, melaju bus yang membawa puluhan penumpang.
"Kemungkinan pengendara motor tidak sempat mengantisipasi jarak. Benturan tak terhindarkan," kata AKP Sugiyanto. Pengendara motor selamat dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara pemboncengnya dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait kecelakaan ini. "Kami mohon warga menahan diri. Biarkan penyidik bekerja sesuai prosedur. Data dari TKP sudah kami dokumentasikan secara lengkap," tegas AKP Sugiyanto.
Bus yang terlibat kecelakaan saat ini masih diamankan di Mapolres Wonogiri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi di lokasi untuk memastikan tidak ada faktor kelalaian dari pihak pengemudi bus.