JAWA TENGAH — Kenaikan harga perangkat streaming kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini giliran Roku yang menaikkan harga produknya hingga 50 dolar AS (sekitar Rp 825 ribu) per unit. Perubahan harga sudah mulai terlihat di sejumlah ritel, meskipun belum merata di semua kanal penjualan.
Roku secara langsung mengonfirmasi bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh melonjaknya biaya komponen memori. Fenomena yang disebut “RAMageddon” ini telah mendorong biaya produksi perangkat streaming naik signifikan.
“Inflasi harga memori menjadi alasan utama kami menyesuaikan harga ritel,” demikian pernyataan resmi Roku kepada media. Tidak disebutkan secara detail apakah kenaikan ini bersifat sementara atau permanen, namun tekanan biaya komponen diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa kuartal ke depan.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada Roku Ultra, yang sebelumnya dibanderol 100 dolar AS (Rp 1,65 juta) kini menjadi 150 dolar AS (Rp 2,48 juta)—lonjakan 50 persen. Sementara itu, Roku Streaming Stick naik dari 30 dolar AS menjadi 40 dolar AS (sekitar Rp 660 ribu), naik 33 persen.
Produk lain dalam jajaran Roku juga mengalami kenaikan serupa, meski angkanya bervariasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai penyesuaian harga untuk model seperti Roku Express atau Roku Streambar.
Menariknya, di toko resmi Roku sendiri, banyak perangkat masih dijual dengan harga lama—tapi diberi label “diskon”. Strategi ini seolah-olah menawarkan potongan harga, padahal harga “normal” yang baru sudah naik.
Roku juga memberlakukan batas jumlah transaksi per pelanggan di tokonya. Langkah ini diduga untuk mencegah pembelian dalam jumlah besar yang bisa mempercepat habisnya stok dengan harga lama. Belum jelas apakah kebijakan ini akan diterapkan di semua pengecer.
Roku bukan satu-satunya vendor yang menaikkan harga. Apple terlebih dulu menaikkan harga Apple TV box secara drastis. Bahkan Walmart, yang biasanya menjual perangkat Google TV dengan harga super murah, juga terpaksa menyesuaikan harga ke atas.
Langkah ini menunjukkan bahwa tekanan biaya komponen memori berdampak luas ke seluruh industri perangkat streaming. Konsumen yang mencari alternatif murah mungkin harus bersiap dengan harga yang lebih tinggi dalam waktu dekat.
Kabar kenaikan harga ini muncul tidak lama setelah pengumuman bahwa Roku akan diakuisisi oleh Fox senilai 22 miliar dolar AS. Meski demikian, Roku menyatakan keputusan harga tidak terkait dengan proses akuisisi tersebut.