Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ke 51 Peserta PKN: Jangan Pulang Hanya Bawa Sertifikat, Lahirkan Terobosan Birokrasi

Penulis: Puguh Triyono  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:25:02 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXVIII di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Senin (3/8/2026). Kepada 51 peserta yang berasal dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, serta kabupaten/kota, Luthfi menegaskan bahwa tolak ukur pelatihan bukanlah kelulusan, melainkan perubahan nyata di instansi masing-masing.

“Harapannya nanti setelah adanya PKN, dia pulang ke provinsi atau daerahnya bisa merubah daripada birokrasinya, atau mempunyai terobosan ide-ide kreatif, sehingga mereka akan lebih maju,” kata Luthfi yang menggawangi Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Tantangan Birokrasi Makin Kompleks, Pemimpin Dituntut Adaptif

Luthfi mengingatkan bahwa tantangan birokrasi saat ini jauh lebih berat dibanding periode sebelumnya. Tekanan fiskal, dinamika geopolitik global, dan tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi memaksa setiap pemimpin untuk berpikir adaptif dan berani berinovasi.

Menurutnya, kepemimpinan tidak lagi cukup dengan penguasaan teori. Kemampuan mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan memastikan kebijakan berjalan efektif menjadi ukuran utama.

“Banyak teori kepemimpinan di tempat kita, tetapi bagaimana kita bisa mendengar, melihat, dan bekerja. Jadi yang paling efektif,” ujarnya.

Lumbung Pangan Nasional Jadi Bukti Kekuatan Kolaborasi

Luthfi mencontohkan keberhasilan Jawa Tengah mempertahankan posisi sebagai lumbung pangan nasional. Pada 2025, produksi gabah provinsi ini mencapai sekitar 9,5 juta ton atau berkontribusi hampir 15,6 persen terhadap produksi nasional.

Capaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota dan organisasi perangkat daerah, bukan keberhasilan satu institusi semata. Model kolaborasi serupa perlu diterapkan dalam pengembangan sektor pariwisata, ekonomi hijau, hingga penyelesaian persoalan pembangunan lainnya.

“Mengatasi suatu

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top