SEMARANG — Seorang mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) tewas dalam kecelakaan tunggal yang melibatkan dua sepeda motor di Jalan Koesbiyono Tjondrowibowo, Kelurahan Sumur Jurang, Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 16.20 WIB. Korban yang diketahui bernama Rivaldo Aulia Reza (18) meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) akibat mengalami cedera kepala.
Rivaldo merupakan warga Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Unnes. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda BeAT Street dan berboncengan dengan rekannya yang kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Berdasarkan penanganan awal polisi, dugaan kuat kecelakaan terjadi karena pengendara kurang berkonsentrasi. Sepeda motor yang dikendarai Rivaldo melaju dari arah utara ke selatan, lalu tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak pohon di pinggir jalan.
“Diduga saat berkendara kurang berkonsentrasi, kemudian oleng ke kiri menabrak pohon. Setelah itu oleng ke kanan masuk jalur berlawanan,” jelas AKP Untung saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Setelah oleng ke kanan, motor korban kehilangan kendali dan terjatuh. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Supra berwarna merah hitam yang dikendarai Syaidul R (25), warga Kabupaten Semarang, sehingga terjadi tabrakan yang tak terhindarkan.
Akibat kejadian tersebut, rekan yang dibonceng Rivaldo mengalami fraktur atau patah tulang pada kaki kiri. Korban sempat mendapatkan perawatan di RS Cepoko Semarang sebelum akhirnya dirujuk ke RS Karima Utama, Kabupaten Sukoharjo. Polisi menyebut rekannya itu belum dapat dimintai keterangan karena kondisinya masih dalam perawatan.
Kepergian Rivaldo memicu diskusi di media sosial. Sejumlah netizen mengaitkan kecelakaan ini dengan kondisi fisik mahasiswa baru yang menjalani rangkaian ospek sejak pagi hingga sore hari. Sebuah akun Instagram @galuhseptianingrum yang mengaku memiliki adik sebagai mahasiswa baru Unnes menceritakan pengalaman serupa di hari kedua ospek.
“Adikku hari kedua/Rabu, disuruh kumpul di fakultas jam 03.15 pagi. Jam 03.09 adikku udah sampai Fakultas dan di UNNES GAK DAPAT MAKAN SIANG APA SARAPAN. Kalau mau makan siang, harus beli paket makan siang ke Panitia. Maba dapat Snack ala kadarnya. Harga 1rb an. Padahal bayar ukt nya juga juta an tapi Undip ospek, maba ya kenyang. Dapat snack dan makan siang. Apa sekomersil itu Unnes? Tahun lalu di Unnes juga ada Maba yg kecelakaan tapi Unnes gak mengambil pelajaran,” tulisnya dalam unggahan yang dikutip dari akun @rumpi_gosip.
Akun tersebut juga menambahkan bahwa setelah ospek selesai sekitar pukul 10.00 pagi, beberapa fakultas masih memiliki kegiatan tambahan atau tugas kelompok hingga sore hari. “Nah Ananda Rivaldo, setelah Ospek, di fakultas dia ada TM sampai sore hari,” tulisnya.
Komentar lain datang dari akun @logikaini yang turut berduka cita sekaligus mempertanyakan tanggung jawab pihak kampus. “Kalo hal gini apakah pihak kampus bisa di tuntut? kasihan ortu nya.. Berharap anak dpt negeri bisa membuat masa depan anak nya lebih baik.. turut berduka cita buat adeknya.. Untuk adek2 yang baru di sana.. Tetap jaga kesehatan dan keselamatan selama ospek,” tulisnya.
Pihak Universitas Negeri Semarang telah menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Rivaldo. Kampus memastikan telah berkoordinasi dengan kepolisian sejak menerima informasi awal mengenai kecelakaan tersebut. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB serta Kasi Kemahasiswaan langsung berkoordinasi dengan petugas di lapangan.
Jenazah Rivaldo kemudian dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Pihak kampus juga menemui keluarga korban di rumah sakit untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepala Humas Unnes, Rahmat Petuguran, mengimbau seluruh sivitas akademika, terutama mahasiswa baru, agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Ia menyebutkan bahwa lalu lintas di sekitar kampus memang lebih padat dari biasanya seiring datangnya mahasiswa baru dari berbagai daerah.
“Dengan datangnya mahasiswa baru dari berbagai daerah, lalu lintas memang lebih padat dari biasanya. Mahasiswa harus lebih hati-hati dalam berkendara, mengurangi mobilitas jika memang tidak sangat penting, dan mematuhi peraturan lalu lintas dan keselamatan berkendara,” kata Rahmat saat dikonfirmasi pada Jumat (14/8/2026).
Unnes juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu mempertimbangkan keselamatan dalam setiap aktivitas, termasuk saat berada di lingkungan kampus maupun dalam perjalanan pulang.