Gempa M 7,7 NTT: Dua Warga Sikka Tewas, Tsunami 0,94 Meter Terdeteksi di Ende

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:15:31 WIB
Dua warga Sikka dilaporkan meninggal dunia akibat gempa M 7,7 yang berpusat di laut.

JAWA TENGAH — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi dua orang meninggal dunia di Pelabuhan El Say, Sikka, akibat gempa yang berpusat di laut pada kedalaman 15 kilometer itu. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, menyatakan data korban masih terus diverifikasi tim lapangan.

"Kami tetap terus memperbaharui data-data yang masuk kepada kami, namun bisa kami sampaikan ada informasi yang terbaru, yang baru kami dapatkan adalah bahwa ada dua yang meninggal," ujar Berton dalam konferensi pers peringatan dini tsunami, Sabtu (15/8).

Ketinggian Tsunami dan Wilayah Terdampak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tsunami tertinggi terjadi di Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB. Gelombang juga terdeteksi di sejumlah titik lain, mulai dari Labuan Bajo 0,36 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, hingga Bulukumba 0,54 meter.

Dua korban jiwa terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Selain itu, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka. Laporan pendahuluan dari Kodim Sikka menyebutkan dampak terparah terjadi di kawasan pelabuhan setempat.

Kerusakan Bangunan di Labuan Bajo

Pantauan di Labuan Bajo menunjukkan sejumlah bangunan dan fasilitas publik rusak akibat guncangan. Beberapa gereja, rumah sakit, dan sekolah di dalam kota dilaporkan mengalami kerusakan ringan. BNPB melalui Pusdalops dan BPBD terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan kondisi masyarakat pascagempa.

Getaran gempa yang terjadi pukul 04.58.24 WIB ini berpusat sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, warga diminta tetap mengikuti arahan resmi BMKG dan pemerintah daerah.

Pemutakhiran Data Korban Masih Berjalan

Berton menegaskan pihaknya masih memantau kondisi di lapangan untuk memastikan jumlah korban dan kerusakan bangunan. "Ini pun masih terus kami pantau, sehingga nanti kami mengeluarkan secara resmi berapa yang meninggal dan berapa kerusakan-kerusakan bangunan akibat itu," katanya.

Data yang masuk saat ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui seiring laporan dari tim di daerah. Masyarakat di pesisir diimbau waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top