Kekeringan Landa Desa Brondong Pekalongan, 55 Keluarga Terdampak Krisis Air Bersih

Penulis: Qodri Anwar  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:16:31 WIB
Warga Desa Brondong, Pekalongan, menerima bantuan air bersih dari Kodim 0710/Pekalongan, PDAM Tirta Kajen, dan BPBD.

PEKALONGAN — Krisis air bersih yang melanda Desa Brondong bukan persoalan baru. Ketua RT 04 RW 02 Desa Brondong, Rasmani, menyebut kekeringan sudah berlangsung lama dan memaksa puluhan keluarga bergantung pada pasokan bantuan.

Menurut Rasmani, sekitar 55 kepala keluarga di wilayahnya terdampak langsung. Setiap rumah menerima jatah 4–5 galon air bersih dari Kodim 0710/Pekalongan yang bergerak bersama PDAM Tirta Kajen dan BPBD.

"Berterima kasih kepada Bapak semua yang sudah membantu warga saya yang kekurangan air bersih," ujar Rasmani, Kamis, 1 Oktober 2026.

Dua Bulan Bergantung pada Mata Air yang Menyusut

Warga setempat, Ningsih, mengungkapkan kesulitan air bersih sudah dirasakan sejak sekitar dua bulan lalu. Sumber mata air yang tersisa debitnya terus mengecil seiring kemarau panjang.

Untuk mencapai sumber air itu, warga harus menempuh jarak sekitar 2 kilometer dari rumah. Perjalanan pulang-pergi memakan waktu sekitar 15 menit dengan sepeda motor.

"Jauh, kemungkinan sampai 2 kilometer," kata Ningsih.

Air Galon untuk Minum, Sungai untuk Mandi dan Cuci

Keterbatasan pasokan memaksa warga memilah penggunaan air. Air dari sumber mata air diprioritaskan untuk kebutuhan minum dan memasak, sementara mandi dan mencuci dilakukan di sungai.

"Satu galon buat minum sama masak. Kebutuhan mandi sama nyuci di sungai," ujarnya.

Pola ini bertahan karena tidak ada pilihan lain. Debit mata air yang terus menurun membuat warga tidak bisa mengandalkan sumber itu untuk seluruh kebutuhan rumah tangga.

Warga Minta Bantuan Terus Mengalir hingga Hujan Turun

Ningsih menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI dan pihak terkait yang telah menyalurkan air bersih ke Desa Brondong. Ia berharap bantuan serupa tidak berhenti di tengah jalan.

"Ya, terima kasih sama Bapak TNI atas bantuannya," ungkapnya.

Harapan serupa disampaikan Rasmani. Menurutnya, distribusi air bersih perlu dilanjutkan apabila kondisi sumber air di desa belum kembali normal.

"Harapannya, jika air bersih di desa tidak mengalir, diharapkan bantuan air bersih kepada warga terus diberikan," katanya.

Ningsih menambahkan, bantuan harus tetap berjalan selama hujan belum turun dan ketersediaan sumber air warga belum mencukupi. "Harapannya, kalau belum ada hujan, ya tetap harus dibantu," pungkasnya.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: beritajateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top