Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Padam, 468 Lapak Hangus dan Pemkot Siapkan Relokasi

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 13:41:46 WIB
Petugas berhasil memadamkan kebakaran besar di Pasar Kanjengan Semarang yang menghanguskan 468 lapak.

SEMARANG - Peristiwa kebakaran besar yang menghanguskan ratusan tempat usaha di Pasar Kanjengan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas. Insiden yang terjadi pada Kamis (30/4/2026) pagi tersebut menyisakan kerusakan material yang signifikan, namun dipastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah tersebut.

Dampak Kerusakan di Blok F dan Lapak PKL

Dampak dari amukan si jago merah di kawasan Pasar Kanjengan tergolong masif. Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, tercatat sedikitnya 468 unit tempat usaha terdampak langsung oleh kebakaran ini. Jumlah tersebut mencakup ratusan lapak milik Pedagang Kaki Lima (PKL) serta puluhan ruko yang berada di area Blok F.

Api yang berkobar sejak Kamis pagi tersebut dengan cepat merambat ke bagian bangunan yang padat, sehingga menghanguskan sebagian besar aset milik pedagang. Kerugian material ditaksir mencapai angka yang cukup besar mengingat banyaknya barang dagangan yang tidak sempat diselamatkan saat api mulai menjalar ke area pertokoan dan lapak-lapak di sekitarnya.

Pihak berwenang terus melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan jumlah pasti kerugian dan rincian pemilik lapak yang terdampak. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh titik api benar-benar telah padam guna mencegah potensi munculnya api kembali dari material yang masih menyimpan panas.

Kondisi Terkini dan Evakuasi Barang Dagangan

Pantauan di lokasi pada Jumat (1/5/2026) siang menunjukkan situasi yang mulai terkendali. Para pedagang tampak mulai mendatangi sisa-sisa bangunan yang terbakar untuk mencari barang-barang yang sekiranya masih bisa diselamatkan. Dengan peralatan seadanya, mereka memilah di antara puing-puing dan abu sisa kebakaran yang melanda kawasan Semarang Tengah tersebut.

Aktivitas pembersihan dan pemilahan barang ini dilakukan di bawah pengawasan petugas guna menjaga keamanan di area yang masih rawan runtuh. Meskipun duka mendalam menyelimuti para pedagang, upaya pembersihan dilakukan secara mandiri oleh warga pasar sembari menunggu instruksi lebih lanjut dari otoritas terkait mengenai penanganan bangunan yang rusak.

Sejauh ini, tim pemadam kebakaran dan pihak keamanan telah memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hal ini menjadi catatan penting di tengah besarnya kerusakan fisik yang dialami oleh salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat di Kota Semarang tersebut.

Skema Relokasi dan Pemulihan Ekonomi

Menanggapi musibah ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera mengambil langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan hidup para pedagang. Pemkot Semarang saat ini tengah menyiapkan skema relokasi sementara bagi para pedagang yang kehilangan tempat usahanya. Langkah ini diambil agar roda ekonomi di kawasan Pasar Kanjengan dan Johar tidak terhenti terlalu lama.

Rencana relokasi ini akan menyasar seluruh pedagang terdampak, baik yang menempati ruko di Blok F maupun para PKL yang sebelumnya berjualan di kawasan tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyediakan tempat yang layak agar para pedagang dapat segera kembali beraktivitas dan memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Selain menyiapkan tempat relokasi, koordinasi antarinstansi juga terus diperkuat untuk memfasilitasi kebutuhan para pedagang pasca-kebakaran. Diharapkan dengan adanya langkah cepat dari pemerintah daerah, proses pemulihan ekonomi di sektor perdagangan ini dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran bagi seluruh warga yang terdampak.

Reporter: Redaksi
Back to top