Mangkunegaran Run 2026 Sedot 7.750 Peserta, Solo Perkuat Sport Tourism

Penulis: Ardiansyah Putra  •  Senin, 04 Mei 2026 | 10:40:13 WIB
Ribuan pelari memadati Stadion Manahan dalam Mangkunegaran Run 2026, ajang sport tourism di Solo.

SURAKARTA — Ribuan pelari memadati titik start di Stadion Manahan untuk mengikuti Mangkunegaran Run 2026 pada Minggu (3/5/2026) pagi. Ajang sport tourism ini menjadi puncak perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269 yang melibatkan 7.750 peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Udara sejuk Kota Solo berubah hangat saat derap langkah pelari berpadu dengan denting gamelan di sepanjang rute.

Jumlah peserta tahun ini melonjak signifikan hingga 40 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Tingginya minat masyarakat sudah terlihat sejak masa pendaftaran, di mana seluruh slot tiket dilaporkan habis hanya dalam waktu 30 menit. Fenomena ini mengukuhkan Mangkunegaran Run sebagai salah satu agenda lari yang paling dinanti di Jawa Tengah.

Sentuhan Budaya Jawa di Sepanjang Lintasan Lari

Konsep cultural run diusung dengan serius untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para pelari. Lintasan yang membentang dari Stadion Manahan hingga Pura Mangkunegaran tidak hanya menyajikan tantangan fisik, tetapi juga suguhan visual tradisional. Panitia melibatkan 20 komunitas untuk mengisi 50 titik cheering point dengan berbagai pertunjukan seni.

Aksi para seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Universitas Sebelas Maret (UNS) turut menyemangati peserta di sepanjang jalan. Alunan musik tradisional dan sapaan ramah warga lokal menciptakan atmosfer yang kental dengan nuansa keraton. Hal ini membuat setiap langkah pelari terasa lebih bermakna sebagai perjalanan budaya.

Chef Arnold Poernomo yang kembali berpartisipasi untuk kedua kalinya memuji kualitas penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, kombinasi antara rute yang jelas dan suasana budaya yang kuat menjadi daya tarik utama acara ini.

"Seru, keren sekali. Start di Manahan dengan vibe yang epic, rutenya jelas dan udaranya mantap," ujar Arnold usai mencapai garis finis.

Dampak Ekonomi bagi UMKM dan Sektor Perhotelan

Kehadiran ribuan orang dari luar daerah memberikan dampak ekonomi instan bagi Kota Surakarta. Sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal merasakan lonjakan kunjungan. Banyak peserta yang sengaja datang berkelompok dan menginap selama beberapa hari untuk menikmati wisata sejarah dan kuliner di Solo.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang ikut berlari bersama masyarakat, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menilai ajang olahraga berbasis budaya efektif untuk mempromosikan potensi daerah secara luas.

"Ini luar biasa. Pesertanya ribuan. Masyarakat dilibatkan dan sangat antusias. Hebat sekali," kata Ahmad Luthfi yang hadir didampingi Wagub Taj Yasin.

Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa harus terus didorong untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Selain memasyarakatkan gaya hidup sehat, Mangkunegaran Run 2026 menjadi medium promosi UMKM yang sangat efektif.

Harapan Pelari untuk Destinasi Lari Nasional

Antusiasme peserta juga diiringi dengan masukan konstruktif untuk penyelenggaraan mendatang. Topik Sudirman, salah satu peserta, berharap rute lari dapat diperluas untuk menampung jumlah pelari yang terus bertambah. Ia mendorong agar Jawa Tengah semakin rutin menggelar ajang lari bertema budaya.

"Ayo ngggawe ngene iki. Bisa jadi destinasi lari karena di Jawa Tengah itu enak, tidak panas, kulinernya masih murah, racenya nggak ndakik-ndakik, wong-wonge humble," ungkap Topik.

Senada dengan itu, Dina (39), pelari asal Jakarta yang datang bersama 30 anggota komunitasnya, mengaku terkesan dengan keramahan warga Solo. Ia menilai pengalaman lari sambil menikmati suasana Jawa yang autentik sulit ditemukan di kota lain.

Mangkunegaran Run 2026 membuktikan bahwa tradisi dapat dikemas secara modern dan inklusif. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik bagi kota-kota lain di Jawa Tengah untuk mengembangkan potensi wisata olahraga yang serupa.

Reporter: Ardiansyah Putra
Back to top