Bupati Kebumen Lobi KAI Perpanjang Rute Prameks Gombong dan Buka JPL Mekarsari

Penulis: Puguh Triyono  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 09:24:03 WIB
Bupati Kebumen Lilis Nuryani berdiskusi dengan jajaran PT KAI Daop 5 Purwokerto terkait perpanjangan rute KA Prameks.

PURWOKERTO — Pemerintah Kabupaten Kebumen menargetkan perluasan akses transportasi massal murah melalui perpanjangan rute KA Prameks. Bupati Kebumen Lilis Nuryani menemui jajaran PT KAI Daop 5 Purwokerto pada Selasa (5/5/2026) untuk memastikan usulan tersebut masuk dalam kajian teknis operasional.

Selama ini, KA Prameks yang merupakan kereta komuter bersubsidi hanya melayani rute hingga Stasiun Kutoarjo. Kondisi ini memaksa warga Kebumen, terutama para pelajar dan pekerja yang beraktivitas di Yogyakarta atau Solo, untuk berganti moda transportasi di tengah perjalanan.

“Banyak pelajar dan pekerja asal Kebumen yang beraktivitas di Yogyakarta. Kami berharap layanan Prameks bisa diperpanjang hingga Gombong, bahkan menjangkau Prembun dan Kutowinangun. Ini kebutuhan riil masyarakat,” tegas Bupati Lilis Nuryani di Kantor KAI Daop 5 Purwokerto.

Mengapa Rute Prameks Perlu Sampai Gombong?

Perpanjangan rute ini dinilai krusial untuk pemerataan akses transportasi di wilayah barat Kebumen. Jika terealisasi, okupansi penumpang diprediksi meningkat signifikan mengingat tingginya ketergantungan warga terhadap moda kereta api untuk perjalanan jarak pendek antar-provinsi.

Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Rangga Putra Maulana, menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa keputusan akhir berada di tangan KAI Commuter dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

“Usulan ini sedang kami dalami lintas unit. Kami mendukung karena dapat meningkatkan okupansi, namun diperlukan kajian kesiapan sarana dan dampak terhadap waktu tempuh layanan yang sudah ada,” jelas Rangga.

Pemkab Siapkan Rp2,06 Miliar untuk Penjaga Perlintasan

Selain urusan kereta komuter, Pemkab Kebumen membawa misi pembukaan kembali perlintasan sebidang Mekarsari (JPL 583). Lokasi ini sebelumnya ditutup oleh pihak KAI demi alasan keamanan setelah mencatatkan sejumlah kecelakaan fatal.

Menanggapi kekhawatiran aspek keselamatan, Kepala Dinas Perkimhub Kebumen Slamet Mustolkhah mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran dan personel yang matang.

“Pemkab telah mengalokasikan Rp2,06 miliar per tahun untuk honor 83 petugas Penjaga Jalan Lintasan bersertifikat. Fasilitas di Pos Mekarsari seperti CCTV, sirine, dan perlengkapan keselamatan lainnya juga telah kami siapkan,” kata Slamet.

KAI Soroti Rekam Jejak Kecelakaan di JPL 583

Meski Pemkab siap menyediakan fasilitas penjagaan, pihak KAI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Rangga Putra Maulana mengingatkan bahwa sepanjang tahun 2024 hingga 2025, telah terjadi insiden serius di titik tersebut yang memakan korban jiwa.

“Pembukaan kembali harus melalui asesmen mendalam bersama seluruh stakeholder, termasuk Kemenhub. Keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan adalah prioritas utama kami,” tegasnya.

Selain isu perlintasan, pertemuan tersebut juga menyoroti masalah teknis drainase di sekitar jalur rel wilayah Gombong dan Kutowinangun. Genangan air setinggi 50 cm sering muncul di area tersebut, yang jika dibiarkan dapat mengancam stabilitas struktur jalur kereta api.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang sebelumnya dilakukan Bupati Kebumen ke Kantor Pusat PT KAI di Bandung pada Maret lalu. Seluruh poin aspirasi kini masuk dalam tahap kajian teknis komprehensif oleh pihak operator kereta api.

Reporter: Puguh Triyono
Back to top