Pemprov Jateng Gandeng NTU Singapura Sediakan Beasiswa S2 dan Pelatihan ASN

Penulis: Rendi Kusuma  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57:02 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan Senior Advisor NTU Singapura sebagai langkah awal kerja sama pendidikan.

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Program ini mencakup peluang beasiswa magister (S2) bagi warga Jateng serta pelatihan khusus bagi para aparatur sipil negara (ASN) di berbagai bidang teknis.

Rencana kolaborasi tersebut dibahas saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima kunjungan Senior Advisor NTU Singapore, Mohamad Maliki bin Osman, di Kota Semarang, Jumat (8/5/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi penguatan kapasitas birokrasi dan pendidikan tinggi di wilayah Jawa Tengah.

Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan BKD Segera Petakan Pegawai

Merespons tawaran tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi langsung memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat. Ia meminta dilakukan pemetaan terhadap ASN yang memiliki potensi dan kualifikasi untuk melanjutkan studi di kampus peringkat ke-12 dunia tersebut.

Luthfi menegaskan bahwa kesempatan ini tidak hanya terbatas pada staf di lingkungan kantor gubernur, tetapi juga menyasar tenaga pendidik di daerah. Langkah ini diambil agar peningkatan kapasitas terjadi secara merata di berbagai sektor pelayanan publik.

"Langsung didata, dipetakan, mana saja dan siapa saja, guru juga boleh," tegas Ahmad Luthfi saat memberikan arahan kepada jajarannya.

Kuota 200 Beasiswa S2 Melalui Skema Joint Funding LPDP

Mohamad Maliki bin Osman menjelaskan bahwa NTU memiliki program Master Degree yang dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Setiap tahun, tersedia kuota hingga 200 orang bagi masyarakat Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Singapura melalui skema pendanaan bersama atau joint funding.

Pendaftaran program ini dapat dilakukan melalui pintu LPDP maupun langsung ke pihak universitas. Maliki berharap masyarakat Jawa Tengah dan pegawai di lingkungan pemerintah provinsi dapat memanfaatkan peluang ini untuk mendalami berbagai disiplin ilmu mulai dari teknik hingga komunikasi.

“Kami sudah berjumpa dengan Gubernur untuk ikut menggalakkan dan melihat apakah ada masyarakat atau pegawai di kantor gubernur yang bisa dihantar ke Singapura untuk menuntut ilmu S2. Bidang apapun juga, teknik, komunikasi, dan sebagainya bisa,” urai Maliki.

Kursus Singkat Pengelolaan AI hingga Sampah untuk ASN

Selain pendidikan formal jenjang magister, NTU menawarkan Singapore Cooperation Programme (SCP). Program ini berupa kursus singkat yang dirancang khusus untuk ASN guna mempelajari tata kelola pembangunan daerah yang relevan dengan tantangan masa kini.

Materi yang ditawarkan mencakup bidang strategis seperti manajemen air (water management), pengelolaan sampah (waste management), hingga penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam skema ini, pemerintah Singapura menanggung seluruh biaya pelatihan, sementara Pemprov Jateng hanya perlu mengalokasikan biaya perjalanan peserta.

“Boleh mengikuti kursus misalnya water management, waste management, Artificial Intelligence (AI), dan sebagainya. Semua disediakan dan boleh dimanfaatkan oleh pegawai kantor provinsi,” jelas Maliki yang hadir bersama Lydia Helena Wong, Director of Global Alliance of Industries NTU Singapore.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: mettanews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top