SEMARANG — Tim Tari Saman Ratoeh Jaroeh SMAN 4 Semarang mengukuhkan diri sebagai yang terbaik dalam kompetisi seni internasional di Thailand. Tim tersebut menyabet gelar 1st Winner and Excellent Performance pada Lung Pu Suang International Folklore Contest yang berlangsung pada 4–9 April 2026 lalu.
Apresiasi atas pencapaian ini diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam acara penghargaan insan pendidikan berprestasi. Bertempat di Aula SMAN 4 Semarang, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin ini menyaksikan langsung kepiawaian 13 siswi dalam membawakan tarian asal Aceh tersebut.
Gus Yasin mengaku terpukau dengan kekompakan dan kreativitas tim tari SMAN 4 Semarang. Salah satu poin yang paling menonjol adalah penggunaan properti tali kupat pada atraksi penutup yang dinilai sebagai inovasi segar dalam pertunjukan tari tradisional.
“Kolaborasi antartim luar biasa. Yang menarik di tampilan akhir ada atraksi tali kupat. Selama saya melihat Tari Saman, baru kali ini melihat atraksi menggunakan properti tali,” kata Gus Yasin.
Meski mengapresiasi tinggi torehan prestasi di panggung dunia, Gus Yasin mengingatkan para siswa untuk tetap mengutamakan kewajiban di sekolah. Menurutnya, keseimbangan antara bakat seni dan capaian akademik sangat penting bagi masa depan pelajar.
“Prestasi tari harus terus ditingkatkan, tetapi akademik juga harus tetap dijaga,” pesannya.
Keberhasilan di Thailand bukan merupakan proses instan. Tim Tari Saman Ratoeh Jaroeh SMAN 4 Semarang telah aktif sejak 2013 sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Di bawah arahan pelatih Zulfikar, tim ini tercatat sering memenangi berbagai kompetisi di tingkat nasional sebelum akhirnya merambah kancah internasional.
Kepala SMAN 4 Semarang, Sri Wahyuni, menyebut kemenangan anak didiknya adalah buah dari kedisiplinan tinggi. Para siswi telah menjalani latihan intensif selama bertahun-tahun untuk mencapai level performa yang diakui oleh juri internasional.
“Anak-anak berlatih dengan disiplin dan semangat luar biasa. Ini hasil kerja keras mereka selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Rasa bangga terpancar dari para anggota tim, salah satunya Zafira. Ia mengaku sangat terharu karena perjuangan panjang yang dimulai sejak kelas X akhirnya membuahkan hasil maksimal di tingkat internasional.
“Alhamdulillah, ini pencapaian terbesar kami sejak berlatih bersama dari kelas X. Rasanya benar-benar jadi achievement besar buat kami,” ungkap Zafira.
Senada dengan rekannya, Bunga Berliana Shanika Karin dari kelas XI-5 berharap kemenangan ini menjadi pemantik semangat bagi adik-adik kelas mereka. Ia menginginkan agar tradisi juara SMAN 4 Semarang terus berlanjut di masa depan.
Acara penghargaan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono, jajaran Dinas Pendidikan, serta para guru dan perwakilan siswa.