Pertamina Gratiskan Uji Emisi 7.000 Kendaraan di 14 SPBU Jabodetabek

Penulis: Rendi Kusuma  •  Senin, 11 Mei 2026 | 12:10:06 WIB
Pertamina Patra Niaga menggelar uji emisi gratis bagi 7.000 kendaraan di 14 SPBU Jabodetabek pada Mei 2026.

Pertamina Patra Niaga menggelar uji emisi gratis untuk 7.000 kendaraan di 14 SPBU wilayah Jabodetabek pada Mei 2026. Program ini bertujuan mendorong kesadaran pengendara terhadap pentingnya perawatan mesin dan penggunaan bahan bakar berkualitas demi menekan polusi udara.

Jakarta — Pemilik kendaraan di Jakarta dan sekitarnya bisa mendapatkan uji emisi gratis serta voucher bahan bakar senilai Rp25.000 dari Pertamina Patra Niaga. Program ini merupakan bagian dari kampanye "Bijak Pakai Energi" yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, mengatakan masyarakat cukup mengunduh aplikasi MyPertamina dan menunjukkan akun terdaftar untuk mengikuti layanan ini. Selain sertifikat uji emisi, konsumen juga berkesempatan mendapat merchandise langsung di lokasi.

Jadwal dan Lokasi Uji Emisi Gratis

Layanan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama digelar pada 9–10 Mei 2026 di tujuh SPBU, meliputi Sawah Besar (Jakpus), Jagakarsa dan Fatmawati 2 (Jaksel), Boulevard Barat Kelapa Gading (Jakut), Pasar Rebo (Jaktim), Daan Mogot (Jakbar), serta BSD Tangerang Selatan. Seluruh titik buka pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Tahap kedua akan berlangsung pada 23–24 Mei 2026 di tujuh SPBU lainnya. Pertamina menargetkan total 7.000 kendaraan bisa mengikuti program ini di seluruh titik Jabodetabek.

Dampak BBM Berkualitas pada Performa Mesin

Beberapa pengendara yang sudah mengikuti uji emisi mengaku merasakan perbedaan signifikan. Andi, pelanggan Pertamina Dex asal Bintaro, mengikuti uji emisi di SPBU COCO BSD City. Menurutnya, bahan bakar berkualitas memberikan hasil emisi yang baik sekaligus lebih irit.

"Dengan BBM yang berkualitas ini sudah terbukti langsung nih tadi kita uji emisi dan hasilnya bagus banget. Karena dengan Dex udah kerasa banget dan terbukti juga lebih irit," katanya.

Hal senada disampaikan Budi, pengguna Pertamax Turbo di SPBU Pasar Rebo. Ia menilai penggunaan BBM dengan oktan sesuai spesifikasi kendaraan membuat mesin lebih bersih dan optimal dalam jangka panjang. "Pengaruh banget ya, karena kan setiap kendaraan punya spesifikasi yang berbeda-beda. Harusnya sih worth it ya, kan mesin juga lebih bersih, jadi interval penggantian oli harusnya bisa lebih lama," ujarnya.

Sementara itu, Sandi, pelanggan Pertamax Series, mengaku hasil uji emisi mobilnya dinyatakan bagus. Ia menilai BBM dengan RON tinggi sangat berpengaruh terhadap performa kendaraan, terutama untuk mobil berkapasitas mesin besar. "Kalau pakai BBM dengan RON yang bagus, ya pasti hasilnya juga pasti bagus dan saya merasa lebih irit lah dibanding yang subsidi," jelasnya.

Mengapa Program Ini Penting untuk Warga Jabodetabek

Uji emisi menjadi isu krusial di Jakarta yang selama ini masuk daftar kota dengan tingkat polusi udara tinggi. Roberth menekankan program ini bukan sekadar layanan gratis, melainkan bagian dari edukasi agar masyarakat lebih rutin mengecek kondisi kendaraan.

"Melalui program uji emisi gratis ini, Pertamina Patra Niaga ingin mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga performa kendaraan dan kualitas emisi yang dihasilkan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam bijak menggunakan bahan bakar sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih baik," ujar Roberth.

Langkah ini sejalan dengan tren global di mana pemerintah di berbagai negara mulai memperketat standar emisi kendaraan. Di Indonesia, uji emisi juga menjadi syarat perpanjangan STNK tahunan di beberapa daerah. Dengan program gratis ini, pemilik kendaraan bisa mengecek kondisi mesin tanpa biaya sambil mendapatkan insentif bahan bakar.

Pertamina Patra Niaga berencana mengevaluasi hasil uji emisi dari 7.000 kendaraan untuk melihat pola penggunaan BBM di masyarakat. Data ini bisa menjadi acuan dalam merancang program serupa ke depan, termasuk kemungkinan perluasan ke kota-kota besar lain di Indonesia.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: bumntrack.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top