JAWA TENGAH — Dominasi Toyota Kijang Innova di puncak penjualan mobil nasional mulai terusik. Berdasarkan data wholesales Gaikindo untuk periode April 2026, MPV legendaris ini masih memimpin dengan distribusi 5.981 unit, yang merupakan akumulasi dari Innova Reborn (3.010 unit) dan Innova Zenix (2.971 unit). Namun, selisihnya dengan peringkat kedua kini hanya 254 unit, menandakan persaingan kelas MPV dan kendaraan niaga ringan kian memanas.
Di posisi kedua, Daihatsu Gran Max Pick Up mengirimkan 5.727 unit ke dealer, mencatatkan pertumbuhan signifikan dari bulan sebelumnya. Posisi ketiga juga ditempati kendaraan niaga ringan, yaitu Suzuki Carry Pick Up dengan 4.200 unit. Fenomena ini menegaskan bahwa kendaraan komersial tetap menjadi tulang punggung distribusi logistik di Indonesia, terutama setelah aktivitas ekonomi kembali normal pasca-arus mudik Lebaran.
Gran Max Blind Van varian tertutup juga masuk 10 besar dengan distribusi 2.514 unit. Artinya, jika digabungkan dengan varian pikap, total penjualan keluarga Gran Max diperkirakan melampaui angka Innova. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya permintaan terhadap kendaraan niaga ringan di pasar domestik.
Salah satu perubahan paling mencolok di papan atas adalah masuknya mobil listrik ke jajaran enam besar. Jaecoo J5, SUV listrik yang relatif baru di pasar, mencatat penjualan 3.179 unit dan langsung duduk di peringkat keenam. Prestasi ini mengalahkan pemain mapan seperti Toyota Calya (3.076 unit) dan Toyota Rush (2.871 unit).
BYD M6 juga sukses menembus 10 besar dengan distribusi 2.472 unit, menggeser Mitsubishi Xpander yang turun peringkat. Model listrik lain seperti BYD Sealion 7 (1.617 unit), Geely EX2 (1.042 unit), dan Denza D9 (1.032 unit) juga mulai konsisten muncul di papan tengah. Tren ini mengindikasikan bahwa preferensi konsumen Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi tidak lagi sekadar wacana, melainkan mulai terlihat dalam data penjualan riil.
Meski Toyota Avanza masih bertahan di peringkat keempat dengan 3.491 unit dan Toyota Veloz Hybrid di posisi kelima (3.262 unit), pangsa pasar MPV entry-level mulai terlihat stagnan. Kehadiran Toyota Calya di peringkat ketujuh dengan 3.076 unit justru menunjukkan bahwa segmen LCGC (Low Cost Green Car) masih menjadi pilihan rasional bagi konsumen kelas menengah.
Sementara itu, Mitsubishi Xpander yang biasanya menjadi langganan papan atas harus puas di peringkat ke-14 dengan hanya 1.572 unit. Penurunan ini bisa menjadi sinyal bahwa persaingan di segmen MPV medium semakin ketat dengan hadirnya lebih banyak pilihan dari pabrikan China dan Korea.
Total pasar nasional pada April 2026 mencapai 80.776 unit, naik 31,8 persen dibanding Maret yang hanya 61.268 unit. Lonjakan ini wajar terjadi karena efek libur panjang Idul Fitri yang biasanya menahan distribusi di bulan sebelumnya. Namun, yang menarik adalah komposisi pemenangnya—bukan hanya Innova yang mendominasi, melainkan juga kendaraan niaga dan mobil listrik yang mulai berbagi panggung.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin peta persaingan otomotif Indonesia akan berubah drastis dalam enam bulan ke depan. Para pemain lama seperti Mitsubishi dan Honda harus bekerja ekstra keras untuk mengembalikan posisi mereka di papan atas.