JAWA TENGAH — Google resmi memperkenalkan Googlebooks, sebuah kategori laptop premium yang menjalankan sistem operasi berbasis Android dengan tampilan ala ChromeOS. Pengumuman ini disampaikan dalam acara The Android Show, di mana Google menekankan bahwa perangkat ini merupakan laptop pertama yang dirancang dengan Gemini Intelligence sebagai inti pengalaman pengguna.
Gemini Intelligence menjadi fitur paling sentral di Googlebooks. Saat kursor digerakkan dengan pola tertentu (wiggle), sistem langsung menampilkan opsi kontekstual berdasarkan objek yang ditunjuk. Misalnya, jika kursor mengenai tanggal di email, Gemini akan menawarkan pembuatan agenda kalender atau jadwal panggilan video. Jika beberapa gambar dipilih, Gemini bisa menggabungkannya menjadi satu gambar hasil AI.
Fitur lain yang ditunjukkan mencakup pembuatan widget kustom lewat perintah teks. Pengguna cukup menjelaskan informasi yang diinginkan, dan Gemini akan membuat widget dengan ukuran serta desain yang bisa diubah. Fitur ini juga tersedia di Android 17.
Googlebooks juga memungkinkan akses aplikasi ponsel langsung dari laptop. Ikon berbentuk telepon di taskbar menjadi pintu masuk untuk men-cast aplikasi dari ponsel Android ke layar Googlebook. Notifikasi ponsel pun bisa diakses dari laptop. File Manager bawaan juga bisa mengakses file dari Google Drive maupun penyimpanan ponsel atau tablet yang terhubung.
Taskbar permanen di bagian bawah menampilkan kotak pencarian Google, pintasan ponsel, dan shortcut aplikasi favorit. Waktu dan tanggal berada di sudut kiri atas, sementara Quick Settings serta indikator baterai, Wi-Fi, dan notifikasi ada di sudut kanan atas. Pengguna bisa mengkustomisasi tampilan ikon aplikasi dengan pilihan warna, mirip dengan Android modern.
Aplikasi native yang sudah dioptimasi untuk layar besar meliputi Chrome, Gmail, Google Calendar, Google Drive, Gemini, Google Photos, Google Play Store, dan YouTube. Karena berbasis Android, kemungkinan besar semua aplikasi dan game dari Play Store bisa diinstal langsung di Googlebook.
Google belum mengumumkan harga resmi Googlebooks. Namun, perangkat ini disebut akan lebih premium dibanding Chromebook, sehingga banderolnya diperkirakan berada di kisaran menengah ke atas. Peluncuran perdana dijadwalkan pada musim gugur 2026 (sekitar September–Desember 2026) oleh Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo.
Samsung tidak disebut dalam daftar mitra awal, namun laporan eksklusif menyebutkan bahwa perusahaan asal Korea Selatan itu sedang mengembangkan laptop berbasis Android dengan One UI 9. Dalam wawancara dengan ChromeUnboxed, VP Google John Maletis mengindikasikan akan ada lebih banyak mitra hardware di masa depan.
Googlebooks mengisi segmen yang selama ini kosong: laptop premium berbasis Android dengan integrasi AI yang dalam. Selama ini, Chromebook dikenal sebagai laptop murah untuk pendidikan dan produktivitas dasar. Dengan Googlebooks, Google ingin bersaing langsung dengan laptop Windows dan macOS di kelas menengah atas, terutama untuk pengguna yang sudah terikat dengan ekosistem Google.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran Googlebooks bisa menjadi alternatif menarik, terutama bagi mereka yang aktif menggunakan layanan Google dan ponsel Android. Namun, harga dan ketersediaan resmi di pasar lokal masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari mitra distribusi.
Apakah Googlebooks bisa menjalankan aplikasi Windows?
Tidak. Googlebooks berbasis Android, bukan Windows. Aplikasi yang bisa dijalankan adalah aplikasi Android dari Play Store dan aplikasi web melalui Chrome.
Kapan Googlebooks tersedia di Indonesia?
Belum ada jadwal resmi untuk Indonesia. Peluncuran global dimulai musim gugur 2026, dan ketersediaan di pasar Asia Tenggara biasanya menyusul beberapa bulan setelahnya.