PEKALONGAN — Pemandangan berbeda terlihat di Pantai Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, sejak Jumat pagi. Bukan hanya pasir dan ombak, tetapi lautan manusia yang memadati kawasan pesisir pantai utara Jawa itu.
Para wisatawan datang berbondong-bondong memanfaatkan libur panjang. Mereka berasal dari berbagai daerah, bukan hanya dari Pekalongan dan sekitarnya.
Pengelola wisata mencatat angka fantastis. Jika hari biasa hanya sekitar 1.500 pengunjung per hari, kini jumlahnya menembus 10.000 hingga 12.000 orang.
Pantai Wonokerto tidak hanya menawarkan debur ombak dan hamparan pasir. Deretan hutan cemara yang rindang menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.
Suasana sejuk dan asri di bawah naungan pohon cemara membuat banyak keluarga betah berlama-lama. Anak-anak terlihat bermain pasir dan berlarian di tepi pantai, sementara orang tua duduk bersantai mengawasi.
"Tempatnya adem sih, tiketnya murah dan jajanannya juga banyak," kata Aisya Aini, salah satu wisatawan yang datang bersama keluarga.
Biaya masuk yang murah menjadi faktor pendorong lain. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 5.000 per orang untuk menikmati seluruh fasilitas pantai.
Banyaknya pedagang kaki lima di sekitar lokasi juga memudahkan wisatawan. Aneka jajanan dan minuman tersedia dengan harga terjangkau, membuat liburan semakin lengkap tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Kondisi ini kontras dengan prediksi kepadatan di tempat wisata lain. Ragunan misalnya, diprediksi bisa tembus 100 ribu pengunjung pada periode yang sama.
Lonjakan wisatawan menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM di sekitar Pantai Wonokerto. Para pedagang makanan, minuman, hingga penyewa tikar dan payung kebanjiran rezeki.
Pengelola wisata setempat mengaku kewalahan namun tetap berupaya mengatur arus pengunjung agar tetap nyaman. Petugas kebersihan juga dikerahkan lebih banyak untuk menjaga kondisi pantai tetap bersih.
Belum ada laporan insiden berarti selama lonjakan pengunjung ini. Pantai Wonokerto masih menjadi primadona wisata murah di pesisir utara Jawa Tengah yang patut dikunjungi.