SEMARANG — Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Jateng masih menjadi salah satu andalan pelaku UMKM di Jawa Tengah untuk mendapatkan pembiayaan dengan bunga ringan. Per Mei 2026, bank milik pemerintah provinsi ini menawarkan suku bunga mulai 6 persen per tahun dengan plafon pinjaman hingga Rp 500 juta.
Bagi pelaku usaha yang mengajukan pinjaman Rp 100 juta, cicilan paling rendah berada di angka Rp 1,9 jutaan per bulan. Angka ini berlaku untuk tenor 60 bulan atau lima tahun.
Bank Jateng juga menyediakan opsi tenor lebih pendek. Berikut simulasi cicilan pinjaman Rp 100 juta berdasarkan lama pinjaman:
Perlu dicatat, tabel angsuran di atas bisa sedikit berbeda tergantung hasil analisis dan kebijakan masing-masing kantor cabang Bank Jateng.
Selain plafon Rp 100 juta, Bank Jateng juga menyediakan berbagai pilihan nominal pinjaman. Tujuannya agar UMKM bisa menyesuaikan jumlah pinjaman dengan kebutuhan modal usaha masing-masing.
Berikut simulasi cicilan KUR Bank Jateng untuk beberapa plafon pinjaman lainnya per Mei 2026:
Plafon tertinggi KUR Bank Jateng mencapai Rp 500 juta. Seluruh plafon ini dikenakan bunga 6 persen per tahun dengan tenor panjang.
Program KUR dari Bank Jateng menjadi pilihan karena menawarkan bunga yang lebih rendah dibandingkan kredit komersial biasa. Bunga 6 persen per tahun tergolong ringan di tengah suku bunga kredit yang rata-rata lebih tinggi.
Selain itu, tenor pinjaman yang panjang hingga lima tahun membuat angsuran per bulan lebih ringan. Hal ini membantu pelaku UMKM mengatur arus kas tanpa terbebani cicilan besar setiap bulan.
Bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah yang berminat, pengajuan bisa dilakukan di kantor cabang Bank Jateng terdekat dengan melengkapi persyaratan administrasi usaha.