PEMALANG — Desa Penakir menjadi lokasi ketiga pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kabupaten Pemalang. Sebelumnya, program serupa sudah dibentuk di Kecamatan Watukumpul dan Kecamatan Ulujami.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Penakir ini dibuka oleh Ketua Pokja Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kementerian Sosial RI, Taufik Saeful Rahman. Penyematan tanda peserta secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang, Supadi, bersama Camat Pulosari, Arif Senoaji.
Supadi menjelaskan, pemilihan Desa Penakir dilatarbelakangi oleh kejadian banjir bandang yang sempat menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik di wilayah tersebut. "Di Penakir kita tidak menduga adanya banjir bandang yang menimbulkan korban," ujarnya.
Berbeda dengan Kecamatan Watukumpul yang dipilih sebagai lokasi pertama KSB di Jawa Tengah karena tingkat kerawanan bencana tinggi—tanah longsor dan kekeringan hampir setiap tahun—Penakir justru mengalami bencana yang tidak terprediksi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah yang dianggap aman pun tetap perlu memiliki kesiapsiagaan.
Dalam pembentukan KSB tersebut, sebanyak 60 peserta dari berbagai kalangan usia mengikuti pelatihan yang digelar di Balai Desa Penakir. Materi pelatihan mencakup peningkatan kapasitas mitigasi dan respons cepat saat bencana datang.
Taufik Saeful Rahman mengatakan, pembentukan KSB menjadi momentum penting untuk menegaskan ketangguhan masyarakat Kecamatan Pulosari. "Ini menjadi momen bahwa masyarakat, khususnya di Kecamatan Pulosari, adalah masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Dengan adanya KSB, kesiapsiagaan dan kemampuan mitigasi masyarakat akan semakin meningkat," katanya.
Supadi berharap seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang nantinya dapat memiliki Kampung Siaga Bencana. Menurutnya, keberadaan KSB akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi kebencanaan, terutama di wilayah yang selama ini luput dari perhatian.
Dengan adanya KSB di Desa Penakir, relawan diharapkan menjadi lebih tanggap, tangguh, dan cepat dalam penanganan bencana. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah pusat untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana, termasuk yang baru mengalami bencana secara mendadak.