PEKALONGAN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan 65 titik Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayahnya telah rampung dibangun. Namun, aktivasi secara penuh belum bisa dilakukan karena proses pendistribusian perlengkapan dari pemerintah pusat masih berlangsung.
Komandan Kodim (Dandim) Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, mengungkapkan bahwa dari 65 titik yang sudah siap, baru sekitar 57 titik yang telah menerima unit pendingin udara (AC). Sementara itu, kendaraan roda empat baru tersedia di sekitar 30 titik, dan kendaraan roda tiga baru ada di sekitar 12 titik.
“Per hari ini ada 65 titik yang sudah siap. Tapi memang belum semuanya beroperasi penuh karena masih proses pendistribusian,” jelas Garry.
Pemerintah menargetkan seluruh KDKMP di Kabupaten Pekalongan dapat beroperasi secara optimal pada Agustus mendatang. Target tersebut akan tercapai setelah seluruh kebutuhan perlengkapan yang didistribusikan dari pusat terpenuhi.
Garry menambahkan, kehadiran koperasi ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi dari tingkat desa. “Harapannya ekonomi benar-benar berputar dari bawah. Masyarakat desa yang menikmati, sehingga pertumbuhan ekonomi dari bawah menjadi kuat dan mendukung ketahanan nasional,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah terlibat aktif sejak awal proses pembentukan koperasi tersebut. Keterlibatan itu melibatkan TNI, Polri, hingga DPRD, termasuk saat peletakan batu pertama di Kesesi.
Menurut Sukirman, kebijakan pembentukan KDKMP merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara koperasi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“UMKM nanti akan saling mendorong dan bersinergi. Produk-produk UMKM yang punya potensi akan dipasarkan melalui KDKMP. Jadi ini saling menguatkan,” jelas Sukirman.
Menanggapi kekhawatiran sebagian pelaku UMKM tentang potensi persaingan, Dandim Pekalongan menegaskan bahwa KDKMP dirancang sebagai mitra strategis, bukan kompetitor. Koperasi ini justru akan menjadi kanal pemasaran bagi produk-produk lokal yang memiliki potensi.
“Intinya ini untuk memperkuat ekonomi daerah. Semua berjalan bersama-sama, bersinergi, tidak ada saling menyaingi,” pungkas Garry.
Peresmian secara nasional dilakukan serentak di 1.061 titik, dengan pusat kegiatan di Kabupaten Nganjuk yang diresmikan langsung oleh Presiden RI.