JAWA TENGAH — Griezmann, 35 tahun, akan bergabung dengan klub MLS, Orlando City, pada akhir musim ini. Ia mengakhiri sepuluh musim berseragam Rojiblancos yang terbagi dalam dua periode, dipisah oleh masa singkat yang tidak berjalan mulus di Catalan.
Dalam pidato di tengah lapangan usai Atletico mengalahkan Girona 1-0 di La Liga, Griezmann mengakui kesalahannya. Pemain yang menyumbang assist untuk gol tunggal Ademola Lookman itu berkata terus terang kepada puluhan ribu suporter yang memadati stadion.
"Saya tahu banyak dari kalian sudah memaafkan, tapi beberapa masih belum. Jadi saya minta maaf lagi," ujar Griezmann, suaranya bergetar. "Saya dulu tidak sadar seberapa besar cinta yang saya terima di sini. Saya masih sangat muda, dan ya, saya melakukan kesalahan."
Griezmann bergabung dari Real Sociedad pada 2014 sebagai pemain sayap kiri. Di bawah asuhan Diego Simeone, ia bertransformasi menjadi striker kelas dunia. Namanya kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Atletico dengan 212 gol dari 500 pertandingan.
Kedatangannya di stadion sudah terlihat emosional. Momen itu makin terasa ketika legenda klub seperti Fernando Torres dan Diego Godin ikut merayakan kariernya bersama keluarga dan presiden klub Enrique Cerezo.
"Hari ini adalah hari milik Antoine. Dia pasti yang terbaik yang pernah kami lihat dengan mata kepala sendiri," puji Torres. Simeone menimpali, "Kamu datang bermain di sayap, lalu kami taruh di tengah, dan kamu menjadi tak pernah puas mencetak gol. Kamu punya sesuatu yang menular ke rekan setim, dan itu membawamu ke tempat yang layak kau dapat."
Meskipun hanya memenangkan satu trofi besar bersama Atletico — Liga Europa 2018 — Griezmann tetap dianggap sebagai ikon. Trofi itu ia raih sebelum memimpin Prancis juara Piala Dunia di Rusia pada musim panas yang sama.
Ia juga sempat absen saat Simeone membawa Atletico juara La Liga 2021 karena saat itu masih berseragam Barcelona. Namun, kontribusinya di lini depan selama bertahun-tahun meninggalkan jejak yang sulit terhapuskan.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua rekan setim dari 2014 hingga hari ini. Luar biasa bisa berbagi semuanya dengan mereka. Setiap pertempuran, setiap kemenangan, dan setiap kekalahan," pungkas Griezmann, menutup pidato perpisahan yang sarat haru.