TEMANGGUNG — Heri Pudyatmoko menegaskan bahwa anak-anak adalah aset masa depan bangsa yang membutuhkan lingkungan aman dan sehat untuk bertumbuh. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak lagi menempatkan isu perlindungan anak sebagai program tambahan, melainkan sebagai arus utama dalam perencanaan pembangunan.
“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Karena itu, perlindungan hak anak harus menjadi prioritas dalam setiap proses pembangunan daerah,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut dalam kegiatan FGD “Strategi dan Implementasi Kebijakan Daerah dalam Mendukung Kesetaraan Gender dan Hak Anak” di Temanggung, belum lama ini.
Dalam paparannya, Heri menyoroti setidaknya empat persoalan besar yang masih menghantui anak-anak di Jawa Tengah. Ancaman itu meliputi kekerasan fisik dan psikis, perundungan atau bullying, eksploitasi ekonomi dan seksual, serta terbatasnya akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang layak.
Ia menilai persoalan-persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Menurutnya, perlindungan anak membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat umum.
Heri menekankan bahwa pemenuhan hak anak kerap disalahartikan sebagai urusan domestik keluarga semata. Padahal, negara dan lingkungan sosial memiliki peran yang sama besarnya. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat program edukasi tentang pola pengasuhan yang baik dan perlindungan anak yang menyasar orang tua dan masyarakat.
“Edukasi kepada orang tua dan masyarakat sangat penting agar anak-anak mendapatkan perlindungan dan perhatian yang optimal,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Jateng itu juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang ramah anak. Tidak hanya di lingkungan keluarga dan sekolah, tetapi juga di ruang publik seperti taman, tempat bermain, dan fasilitas umum lainnya. Anak-anak, kata dia, harus memiliki ruang yang aman untuk belajar, bermain, dan mengembangkan diri tanpa rasa takut.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan tidak ragu melaporkan jika menemukan tindak kekerasan atau pelanggaran hak anak di lingkungan sekitar. Menurutnya, deteksi dini dan pelaporan cepat menjadi kunci agar penanganan bisa berjalan efektif.
Heri optimistis, jika seluruh pihak bergerak bersama, pemenuhan hak anak di Jawa Tengah bisa semakin baik. Ia berharap upaya ini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik dan cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter.
“Kalau anak-anak tumbuh dengan baik, maka masa depan daerah dan bangsa juga akan semakin kuat,” pungkas Heri Londo, sapaan akrabnya.