BOYOLALI — Ketua PW GPK Jawa Tengah, Haizul Ma'arif atau yang akrab disapa Gus Haiz, menegaskan bahwa peringatan Harlah ke-44 bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat komitmen kader dalam menjaga persatuan dan peran sosial organisasi di tengah masyarakat.
"Silaturahmi Akbar ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, memperkuat soliditas kader, serta meneguhkan komitmen GPK sebagai organisasi kepemudaan yang terus hadir untuk umat, bangsa, dan masyarakat," ujar Gus Haiz dalam sambutannya.
Ia menambahkan, di usia yang ke-44 tahun ini, GPK harus semakin dewasa, semakin kuat, dan semakin memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Rangkaian acara Silaturahmi Akbar diisi dengan kegiatan sosial, salah satunya pemberian santunan kepada masyarakat. Hal ini menjadi wujud kepedulian GPK sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya bergerak di bidang politik, tetapi juga sosial kemasyarakatan.
Gus Haiz menekankan bahwa GPK, yang merupakan badan otonom Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memiliki tanggung jawab besar dalam membina generasi muda. Menurutnya, pemuda saat ini harus berkarakter religius, memiliki kepedulian sosial, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan.
"Kami ingin GPK tidak hanya besar secara organisasi, tetapi juga kuat dalam pengabdian. Pemuda hari ini harus menjadi motor persatuan, menjaga nilai kebangsaan, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional," tegasnya.
Acara yang berlangsung di Kebon Raya Indrokilo, Boyolali, tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Hadir langsung Ketua Umum PP GPK Imam Fauzan Amir Uskara yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP PPP, serta Ketua DPW PPP Jawa Tengah Suyono. Ratusan kader GPK dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY turut memadati lokasi acara.
Silaturahmi Akbar ini diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi dan menjadi ajang konsolidasi untuk menghadapi tantangan ke depan. GPK Jateng-DIY berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi bagi kepentingan umat dan bangsa.