BOYOLALI — Petaka di obyek wisata air bendungan Kali Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, merenggut nyawa seorang pemuda asal Purbalingga. Korban, David, tenggelam setelah tubuhnya tersedot pusaran air di bawah bendungan dan tak kunjung muncul ke permukaan.
Menurut keterangan saksi, insiden terjadi ketika David meluncur menggunakan perosotan bendungan untuk keempat kalinya. Pada tiga luncuran sebelumnya, korban masih bisa berenang ke tepi dengan selamat.
Saat meluncur untuk kali keempat, tubuh David mendadak tersedot ke dalam pusaran air di bawah kolam bendungan. Rekan-rekan korban sempat berupaya menolong, namun arus pusaran terlalu kuat.
Warga dan tim gabungan mencari korban selama beberapa saat sebelum akhirnya menemukan David dalam kondisi tidak bernyawa. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai kronologi dan langkah penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini kembali menyoroti bahaya bermain di area bendungan yang tidak dirancang sebagai tempat rekreasi. Pusaran air di bawah konstruksi bendungan kerap menjadi perangkap maut bagi siapa pun yang berenang atau bermain di sekitarnya.
Masyarakat diimbau lebih waspada dan tidak bermain air di area bendungan, terutama di titik-titik yang diketahui memiliki pusaran atau arus bawah kuat. Lokasi seperti bendungan Kali Nepen kerap dijadikan tempat bermain warga, namun risiko kecelakaan fatal selalu mengintai.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban telah dievakuasi dan rencananya akan diserahkan kepada pihak keluarga di Purbalingga untuk dimakamkan.