JAKARTA — Euforia calon pembeli MPV listrik BYD M6 DM perlu ditahan sejenak. Meski bocoran NJKB mobil ini terbilang rendah, harga yang harus dibayar konsumen saat membawa pulang unit diproyeksikan jauh lebih tinggi.
Berdasarkan data yang terdaftar dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 11 Tahun 2026, BYD M6 DM tercatat dalam delapan varian. Nilai jual dasarnya dimulai dari Rp 104 juta untuk tipe termurah dengan kode MEH-FWD-10T, hingga Rp 123 juta untuk varian tertinggi.
Angka NJKB tersebut kerap disalahartikan sebagai harga jual. Padahal, NJKB hanyalah nilai pasar umum kendaraan sebelum dikenakan pajak dan pungutan resmi negara. Agar sebuah mobil bisa mengantongi STNK dan BPKB, ada sederet biaya yang harus ditambahkan.
Komponen pajak yang membuat harga melambung antara lain Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang tarifnya berbeda tiap daerah, serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang ditetapkan paling tinggi 12 persen. Di Jakarta, misalnya, tarif PKB untuk kepemilikan pertama mencapai 2 persen.
Selain PKB dan BBNKB, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen dari harga dasar juga akan ditambahkan. Tak ketinggalan, Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang besarannya tergantung pada tingkat emisi kendaraan, serta biaya administrasi seperti cetak pelat nomor, STNK, BPKB, dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Jika semua komponen tersebut diakumulasikan, total tambahan biaya bisa mencapai sekitar 40 persen dari harga dasar kendaraan. Belum lagi margin keuntungan diler dan biaya distribusi. Secara matematis, harga On The Road (OTR) BYD M6 DM sangat mungkin tembus ke angka Rp 300 jutaan.
Meski proyeksi harga OTR terlihat berat, BYD bukanlah pemain baru yang asing dengan strategi harga agresif. Saat meluncurkan model Atto 1, pabrikan asal China itu justru menjual mobil listrik mungil tersebut di bawah NJKB-nya. NJKB Atto 1 tercatat di angka Rp 218 juta, namun harga jual resminya meluncur di angka Rp 195 juta untuk varian terendah.
Pertanyaannya, apakah strategi serupa akan diterapkan pada M6 DM demi merajai segmen MPV keluarga di Indonesia? Publik tinggal menunggu pengumuman resmi dari BYD untuk mengetahui apakah harga OTR mobil ini akan sesuai proyeksi atau justru hadir sebagai kejutan.