Pencarian

4 Wisatawan Asal Ambarawa Ditemukan Tewas Saat Camping di Temanggung, Diduga Keracunan Karbon Monoksida

Kamis, 28 Mei 2026 • 12:51:58 WIB
4 Wisatawan Asal Ambarawa Ditemukan Tewas Saat Camping di Temanggung, Diduga Keracunan Karbon Monoksida
Empat wisatawan asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia saat camping di Gunung Prau, Temanggung.

TEMANGGUNG — Peristiwa tragis menimpa rombongan keluarga asal Ambarawa yang tengah menikmati akhir pekan di kawasan camping Ground Gunung Prau. Empat orang ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam tenda mereka sekitar pukul 06.00 WIB. Satu orang lainnya dilaporkan selamat dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Temanggung.

Kronologi Penemuan dan Dugaan Penyebab Kematian

Kapolres Temanggung AKBP Hendy Dwi Irawan menjelaskan, korban diduga menghirup gas beracun dari kompor portable atau pemanas yang menyala semalaman di dalam tenda yang tertutup rapat. "Dari hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Semua korban dalam posisi tidur," ujarnya di lokasi kejadian.

Kondisi cuaca dingin ekstrem di puncak Gunung Prau yang mencapai 10 derajat Celsius diduga mendorong korban menyalakan alat penghangat di ruang tertutup. Sirkulasi udara yang buruk menyebabkan akumulasi karbon monoksida (CO) yang mematikan dalam hitungan jam.

Identitas Korban dan Proses Evakuasi

Keempat korban diketahui merupakan satu keluarga. Mereka adalah DS (45), ER (40), dan dua anak mereka, RA (12) serta MF (9). Satu korban selamat berinisial AN (17) yang merupakan keponakan dari keluarga tersebut. AN kini dalam kondisi sadar dan masih menjalani observasi medis.

Proses evakuasi berlangsung sulit karena medan yang terjal dan licin pasca hujan. Tim SAR gabungan dari BPBD, Polres Temanggung, dan relawan gunung mengevakuasi jenazah menggunakan tandu darurat. Keempat jenazah tiba di RSUD Temanggung sekitar pukul 14.00 WIB untuk menjalani autopsi.

Imbauan bagi Wisatawan yang Berkemah di Dataran Tinggi

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat berkemah, terutama di daerah dengan suhu rendah. Kepala BPBD Temanggung, Dwi Agung Nugroho, mengimbau para wisatawan untuk tidak pernah menyalakan kompor, pemanas, atau api unggun di dalam tenda. "Pastikan ventilasi tenda selalu terbuka, meskipun cuaca dingin. Gunakan kantong tidur dan pakaian hangat sebagai alternatif," tegasnya.

Pihak pengelola kawasan wisata Gunung Prau juga diminta untuk memperketat sosialisasi aturan keselamatan kepada setiap pengunjung yang akan mendirikan tenda. Petugas pos pendakian kini diwajibkan memeriksa perlengkapan standar keselamatan, termasuk ketersediaan ventilasi pada tenda.

Mengapa Karbon Monoksida Begitu Mematikan?

Karbon monoksida adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil. Saat terhirup, gas ini mengikat hemoglobin dalam darah 200 kali lebih kuat dibandingkan oksigen. Akibatnya, organ vital seperti otak dan jantung kekurangan oksigen dalam waktu singkat.

Korban biasanya tidak menyadari bahaya karena gas CO tidak menimbulkan iritasi. Gejala awal seperti pusing dan mual sering diabaikan. Dalam konsentrasi tinggi, kematian bisa terjadi dalam waktu kurang dari satu jam. Kasus serupa tercatat beberapa kali terjadi di lokasi camping di Indonesia, terutama saat musim liburan.

Langkah Hukum dan Tindak Lanjut

Polres Temanggung masih mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian dari pihak pengelola lokasi wisata. "Kami masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. Jika ditemukan pelanggaran prosedur operasional standar, tentu akan diproses hukum," kata AKBP Hendy.

Jenazah keempat korban rencananya akan diterbangkan ke rumah duka di Ambarawa pada Selasa (13/2) setelah proses autopsi selesai. Pihak keluarga telah tiba di RSUD Temanggung untuk mengurus administrasi pemulangan.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks