SURAKARTA — Laga kontra lawan di Banten International Stadium, Sabtu (23/5/2026), menjadi titik kulminasi perjuangan Persis Solo musim ini. Hasil pertandingan menentukan apakah Laskar Sambernyawa bertahan di kasta tertinggi atau harus terdegradasi.
Manajemen Persis Solo angkat bicara di tengah tekanan besar menjelang laga krusial. Mereka menegaskan kondisi mental pemain masih positif dan siap tempur.
“Kami pastikan semangat pemain masih membara. Tidak ada kata menyerah,” ujar perwakilan manajemen dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
Pernyataan ini membantah spekulasi soal menurunnya moral skuad usai serangkaian hasil kurang memuaskan di laga-laga sebelumnya.
Pertandingan di Banten International Stadium bukan sekadar laga biasa. Bagi Persis, ini adalah partai final yang wajib dimenangkan untuk menjaga asa bertahan di Super League.
Jika gagal meraih hasil maksimal, ancaman degradasi menjadi kenyataan. Sebaliknya, kemenangan membuka peluang untuk tetap bersaing musim depan.
Manajemen meminta dukungan penuh dari suporter setia untuk terus memberikan energi positif, meski laga digelar jauh dari kandang sendiri.
Tim pelatih menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi tekanan laga penentuan. Pemain diminta fokus penuh dan mengesampingkan beban psikologis.
“Kami sudah evaluasi semua kekurangan. Sekarang saatnya membuktikan,” tambah sumber internal tim.
Dengan segala persiapan, laga Sabtu nanti menjadi pembuktian apakah Persis Solo mampu bangkit di momen paling krusial.