JAWA TENGAH — Borneo FC mengakhiri perjalanan mereka di BRI Super League 2025/2026 dengan pesta gol. Pada pekan ke-34, tim asal Samarinda itu membantai Malut United FC dengan skor telak 7-1 di Stadion Segiri. Namun, kemenangan besar tersebut belum cukup membawa mereka ke puncak klasemen.
Di saat bersamaan, Persib Bandung bermain imbang melawan Persijap Jepara. Hasil itu membuat kedua tim mengumpulkan poin identik di akhir musim. Berdasarkan regulasi kompetisi, Persib unggul dalam rekor pertemuan head to head dan resmi mengamankan gelar juara.
Nadeo menilai performa Borneo FC musim ini sudah membuktikan kualitas tim. Menurut data liga, Pesut Etam menjadi tim paling produktif dengan torehan 74 gol. Mereka juga mencatatkan jumlah kemenangan terbanyak dibanding kontestan lain.
"Secara statistik, secara rekor yang sudah kita capai, secara kemenangan yang sudah kita capai, siapapun pemain yang ada di dalam Best Eleven dan sebagainya," ujar Nadeo, dilansir dari laman resmi I-League.
Penjaga gawang berusia 28 tahun itu menegaskan, dominasi Borneo FC sepanjang kompetisi sudah terlihat jelas. Ia meyakini banyak pihak sepakat dengan penilaiannya.
"Saya rasa seluruh Indonesia juga tahu kalau Borneo FC di tahun ini sangat superior dan pantas untuk mendapatkan gelar juara," tuturnya.
Meski kecewa, Nadeo menekankan seluruh pemain tetap menghormati aturan yang telah disepakati sejak awal musim. Ia tidak ingin larut dalam kekecewaan dan memilih fokus pada target ke depan.
"Tetapi inilah sepak bola, semua harus terima karena peraturan dan regulasi yang sudah kita setujui dari awal. Kita belum bisa mendapatkan gelar juara di tahun ini, semoga di tahun ke depannya," pungkasnya.
Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi Borneo FC. Dengan catatan produktivitas gol dan konsistensi kemenangan, tim berjuluk Pesut Etam itu diprediksi tetap menjadi kandidat kuat perebut gelar pada musim depan.