Pencarian

Antrean BBM di Sumut Mulai Terurai, BPH Migas Awasi Distribusi Pertamina

Sabtu, 18 Juli 2026 • 16:08:01 WIB
Antrean BBM di Sumut Mulai Terurai, BPH Migas Awasi Distribusi Pertamina
Antrean kendaraan di SPBU Sumatera Utara mulai berkurang setelah BPH Migas dan Pertamina mempercepat distribusi BBM.

JAWA TENGAH — Antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatera Utara perlahan mulai mengendur. BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mengintensifkan pengawasan dan percepatan distribusi BBM agar pasokan kembali normal.

Penyebab Antrean dan Langkah Penanganan

Kelangkaan sementara di beberapa SPBU dipicu oleh peningkatan konsumsi BBM yang signifikan, terutama jenis solar dan pertalite. Pertamina Patra Niaga Sumbagut kemudian mengerahkan tambahan armada tangki dan mempercepat jadwal pengiriman ke SPBU yang mengalami kekosongan.

BPH Migas memastikan bahwa pasokan BBM di depot utama aman. "Kami terus memonitor distribusi di lapangan. Jika ada hambatan, kami langsung koordinasikan dengan operator agar pasokan cepat sampai ke SPBU," ujar Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, dalam keterangan resmi kepada media.

Dampak Langsung ke Masyarakat

Berkurangnya antrean ini langsung dirasakan sopir angkutan umum dan nelayan di kawasan Medan dan sekitarnya. Mereka kini tak perlu lagi menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar. Seorang sopir angkutan kota, Misno (45), mengaku lega karena aktivitasnya kembali lancar setelah tiga hari terakhir kesulitan mendapatkan solar.

"Kemarin saya antre sampai dua jam. Sekarang sudah mulai normal, tinggal nunggu sebentar. Semoga terus begini," ujarnya saat ditemui di SPBU Jalan Sisingamangaraja, Medan.

Jadwal Normalisasi dan Evaluasi

Pertamina Patra Niaga menargetkan distribusi BBM di seluruh SPBU di Sumatera Utara kembali normal dalam dua hari ke depan. Pihaknya juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan BBM.

Sementara itu, BPH Migas mengingatkan operator SPBU untuk tidak memanfaatkan situasi dengan menimbun BBM atau menjual di atas harga eceran tertinggi (HET). Pengawasan akan diperketat, termasuk dengan inspeksi mendadak ke lapangan.

Kasus antrean ini menjadi pengingat bagi Pertamina untuk terus meningkatkan ketahanan pasokan BBM di daerah-daerah rawan lonjakan konsumsi, terutama menjelang musim libur atau panen raya.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks