Kodim Pemalang Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Ketapang, Letkol Inf Muhammad Arif Pimpin Langsung Aksi Cegah Abrasi

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:21:26 WIB
Kodim 0711 Pemalang menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Desa Ketapang sebagai upaya cegah abrasi.

PEMALANG — Benteng alami pesisir utara Jawa kembali diperkuat. Kodim 0711 Pemalang menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Senin (25/5). Aksi ini merupakan bagian dari program serentak TNI AD yang digelar melalui video conference bersama Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya.

Letkol Inf Muhammad Arif mengatakan bahwa penanaman mangrove ini adalah wujud nyata kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan. "Ini bagian dari pembinaan teritorial yang melibatkan seluruh komponen masyarakat," ujarnya.

Mengapa Pesisir Ketapang Jadi Prioritas?

Kawasan pesisir Desa Ketapang selama ini dikenal rawan abrasi. Ombak laut Jawa yang terus menggerus daratan mengancam permukiman warga dan area tambak. Dengan penanaman mangrove, akar pohon ini diharapkan mampu menahan laju abrasi serta menjaga keseimbangan ekosistem pantai.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain perwakilan Kapolres Pemalang, Kajari Pemalang Rina Idawani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs Ahmady Stiawan Widatmojo, Camat Ulujami Waluyo, serta Kepala Desa Ketapang Sutopo. Personel TNI-Polri dan masyarakat pecinta lingkungan juga turut serta.

Program Nasional, Dampak Lokal

Melalui sambutan video conference, Waas Ter Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo menyebut program penanaman mangrove ini rutin digelar di berbagai daerah rawan abrasi. Mulai dari Segara Anakan Cilacap, Demak, hingga pesisir utara Jawa lainnya. Ribuan personel TNI dikerahkan bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan hutan mangrove tidak hanya melindungi pantai dari terjangan ombak, tetapi juga berdampak ekonomi. Habitat biota laut terjaga, produktivitas kawasan pesisir meningkat, dan nelayan setempat bisa merasakan manfaatnya secara langsung.

Abrasi di Jawa Tengah: Ancaman yang Tak Bisa Diabaikan

Pesisir utara Jawa Tengah, termasuk Pemalang, menghadapi ancaman abrasi yang terus meluas. Data dari Dinas Lingkungan Hidup setempat menunjukkan bahwa garis pantai di beberapa titik sudah mundur puluhan meter dalam satu dekade terakhir. Program penanaman mangrove seperti ini menjadi solusi jangka panjang yang relatif murah dan efektif.

Kodim 0711 Pemalang berencana melanjutkan program serupa di titik-titik rawan lainnya di wilayah pesisir Pemalang. "Kami ingin memastikan bahwa upaya ini berkelanjutan, bukan sekadar seremonial," tegas Letkol Inf Muhammad Arif.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: radartegal.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top