SALATIGA — Peristiwa nahas terjadi saat proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Darul Solikhin LDII, Kota Salatiga, Minggu (27/5). Seorang tenaga kelet profesional, TS (60), warga Jalan Sawo Gang Durian, Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, meninggal dunia setelah mengangkat sapi yang baru disembelih.
Menurut Kapolsek Sidomukti Kompol Sunoto melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Dukuh Aiptu Sunardi, panitia penyembelihan sengaja mendatangkan tenaga kelet profesional seperti TS untuk mempercepat proses penanganan hewan kurban. Total ada dua ekor sapi dan tiga ekor kambing yang disembelih di lokasi secara gotong royong.
Setelah sapi pertama selesai disembelih, korban ikut membantu mengangkat dan menggeser bangkai sapi untuk proses kelet. Namun, di tengah aktivitas itu, TS tiba-tiba mengeluh sakit pada bagian dada.
Warga dan panitia yang melihat langsung memberikan pertolongan pertama. Mereka segera memanggil ambulans untuk membawa korban ke RSUD Salatiga. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, nyawa TS sudah tidak tertolong.
Plh Kasi Humas Polres Salatiga Ipda Sutopo menyampaikan hasil pemeriksaan medis terhadap korban. “Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kecelakaan pada tubuh korban,” terang Sutopo.
Pihak medis menduga TS meninggal akibat serangan jantung. Dugaan ini diperkuat dengan tidak adanya luka fisik serta riwayat keluhan sakit dada yang dirasakan korban sesaat sebelum tumbang.
Pihak keluarga yang telah diberi tahu langsung menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah TS. Rencananya, korban akan dimakamkan di TPU Sembojo, Kota Salatiga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi panitia kurban di berbagai tempat untuk lebih memperhatikan kondisi fisik tenaga kelet, terutama saat menangani hewan berukuran besar seperti sapi. Beban fisik yang berat dan suhu udara bisa memicu kondisi darurat pada pekerja yang memiliki riwayat penyakit jantung.