SUKOHARJO — Kondisi tikungan tajam di jalur Tawangsari-Pedan, tepatnya di Desa Kedungjambal, mendapat sorotan langsung dari Wakil Ketua DPRD Sukoharjo Sigid Budi Raharjo. Ia melakukan sidak pada Selasa (26/5/2025) setelah menerima laporan warga soal tingginya angka kecelakaan di lokasi tersebut.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Sigid mengidentifikasi tiga kebutuhan mendesak. Pertama, pemasangan lampu peringatan atau warning light. Kedua, penambahan rambu lalu lintas yang jelas. Ketiga, pembatas jalan atau guardrail di sisi tikungan.
“Tikungan ini sangat tajam. Kalau malam hari, gelap dan tidak ada tanda apa pun. Pengendara yang tidak hafal jalur bisa langsung masuk ke jurang,” ujar Sigid dalam keterangannya.
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu langsung menyampaikan temuan ini kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo. Ia mendesak agar pemasangan warning light dan rambu dilakukan sebelum terjadi korban jiwa.
Sigid juga meminta pihak terkait untuk segera memasang papan peringatan di kedua sisi tikungan. Menurutnya, langkah preventif lebih murah dan efektif dibandingkan menangani dampak kecelakaan yang sudah terjadi.
Jalur Tawangsari-Pedan merupakan akses alternatif yang cukup padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Jalan ini kerap digunakan pengendara dari arah Sukoharjo menuju Klaten atau sebaliknya untuk menghindari kemacetan di jalan utama.
Kondisi jalan yang berkelok dan minim penerangan membuat 'Tikungan Mesra' menjadi titik hitam kecelakaan. Warga setempat berharap ada tindakan cepat dari pemkab sebelum musibah kembali terulang.
“Kami minta Dishub tidak menunggu sampai ada korban. Pasang sekarang juga rambu dan lampu. Ini soal keselamatan warga,” tegas Sigid.