BOYOLALI — Kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan pengangkut hewan ternak terjadi di kawasan perbukitan Ampel, Kabupaten Boyolali. Insiden yang diduga dipicu oleh kegagalan fungsi sistem pengereman ini mengakibatkan sopir truk tewas usai kendaraan yang dikemudikannya jatuh ke jurang sedalam delapan meter.
Peristiwa nahas tersebut dialami oleh Suyanto, sopir truk yang diketahui membawa muatan tiga ekor kuda. Berdasarkan keterangan dari petugas di lapangan, truk melaju dari arah atas menuju jalan menurun ketika sistem rem mendadak tidak berfungsi.
Akibat kehilangan kendali, kendaraan oleng dan akhirnya terjun ke dalam jurang di tepi jalan. Benturan keras saat badan truk menghantam dasar jurang membuat pengemudi mengalami luka parah dan tidak tertolong saat ditemukan oleh warga sekitar.
Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi ketiga ekor kuda yang menjadi muatan truk tersebut. Tim gabungan dari kepolisian dan warga setempat masih melakukan proses evakuasi kendaraan dari dasar jurang.
Petugas dari Satlantas Polres Boyolali yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Jalur di sekitar lokasi kejadian sempat mengalami kemacetan akibat proses evakuasi yang memakan waktu beberapa jam.
Kawasan Ampel, Boyolali, dikenal memiliki kontur jalan menurun dan berkelok yang cukup ekstrem. Jalur ini kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat yang mengalami masalah teknis pada sistem pengereman.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan, khususnya rem dan ban, sebelum melintasi jalur menurun panjang. Sopir truk diimbau untuk memanfaatkan jalur pemindai (rambu peringatan) dan jalur penyelamat yang telah disediakan di beberapa titik rawan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendata total kerugian materiil yang dialami korban. Kerusakan parah pada bodi truk serta nilai ekonomis dari muatan kuda diperkirakan mencapai angka yang tidak sedikit. Jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses lebih lanjut.
Satlantas Polres Boyolali masih melakukan penyelidikan lebih mendalam. Pemeriksaan terhadap kondisi teknis kendaraan, termasuk sistem pengereman, akan menjadi fokus utama untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau faktor teknis murni yang menyebabkan kecelakaan.