JAWA TENGAH — Kepastian itu disampaikan langsung oleh John Maletis, VP dan GM ChromeOS Google, dalam wawancara dengan Chrome Unboxed. "Kami selalu berkomitmen menghadirkan teknologi yang produktif dan akses informasi di berbagai titik harga. Seiring waktu, harga akan turun, tapi perangkat pertama memang sangat premium," ujarnya. Pernyataan ini menjadi sinyal paling jelas bahwa Google tidak hanya berniat bermain di kelas atas.
Saat Googlebooks pertama kali diperkenalkan awal bulan ini, perangkat itu diposisikan sebagai laptop premium bertenaga Gemini yang berbasis Android. Posisi ini langsung bertolak belakang dengan Chromebook yang selama bertahun-tahun dikenal murah, mudah dikelola, dan menjadi tulang punggung program komputerisasi sekolah di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di pasar lokal, Chromebook sempat menjadi primadona berkat harga di bawah Rp 5 juta dan sistem keamanan yang sederhana. Namun, jika Googlebooks kelak menyasar segmen harga yang sama sambil membawa aplikasi Android dan fitur AI Gemini, keunggulan Chromebook akan luntur. "Perbedaan antara Chromebook dan Googlebooks bisa menjadi usang," tulis analis Android Authority dalam laporannya.
Maletis tidak menyebutkan jadwal pastinya. Ia hanya menegaskan bahwa perangkat pertama yang akan meluncur adalah varian super premium. Namun, komitmen untuk "turun harga" menunjukkan peta jalan yang jelas: Googlebooks pada akhirnya dirancang sebagai garis pertahanan utama laptop Google, menggantikan Chromebook sepenuhnya.
Google sendiri masih akan meluncurkan Chromebook baru hingga tahun depan dan menjamin pembaruan perangkat lunak jangka panjang untuk perangkat lama. Beberapa Chromebook tertentu bahkan akan diberikan opsi migrasi ke pengalaman Googlebooks. Namun, pesan keseluruhannya sudah bulat: masa depan laptop Google ada di Googlebooks.
Jika transisi ini terjadi, dampaknya langsung terasa di institusi pendidikan yang sudah menginvestasikan dana besar untuk ekosistem Chromebook. Sekolah mungkin harus memikirkan ulang pembelian perangkat ChromeOS di masa depan, mengingat dukungan jangka panjangnya perlahan dialihkan. Bagi konsumen individu, kabar ini justru menggembirakan: laptop dengan sistem Android, akses penuh ke Google Play Store, dan fitur AI premium bisa didapatkan dengan harga Chromebook dalam beberapa tahun ke depan.