KLATEN — Pengurus IESPA Klaten yang baru dilantik langsung dihadapkan pada pekerjaan rumah besar: mengubah pandangan masyarakat, terutama orang tua, bahwa esports adalah olahraga legal yang bisa mengharumkan nama daerah. Ketua IESPA Klaten terpilih menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak bisa maksimal tanpa dukungan keluarga.
Target merebut emas di Forda Jawa Tengah bukan sekadar wacana. IESPA Klaten telah menyusun program pembinaan berjenjang yang mencakup pelatihan teknik, strategi, hingga manajemen mental pemain. Namun, semua rencana ini bisa mentah jika orang tua masih melarang anaknya berlatih karena menganggap esports sama dengan kecanduan game biasa.
"Kami tidak hanya mencetak atlet yang jago main game, tapi juga atlet yang disiplin, sehat, dan berprestasi di sekolah. Ini yang harus kami sosialisasikan ke orang tua," ujar salah satu pengurus IESPA Klaten dalam sambutannya.
Kekhawatiran orang tua tidak sepenuhnya tanpa dasar. Selama bertahun-tahun, bermain game identik dengan begadang, malas belajar, dan perilaku agresif. IESPA Klaten sadar bahwa pendekatan kekeluargaan menjadi kunci. Mereka berencana menggelar forum dialog rutin dengan orang tua atlet muda, menghadirkan psikolog olahraga, dan menunjukkan data bahwa atlet esports nasional juga bisa lulus kuliah tepat waktu.
Di tingkat provinsi, Jawa Tengah sendiri sudah memiliki Perda tentang Keolahragaan yang mengakui esports sebagai cabang olahraga resmi. Tinggal bagaimana pengurus daerah mengimplementasikannya di lapangan.
IESPA Klaten tidak hanya fokus pada target jangka pendek di Forda. Mereka juga menyiapkan ekosistem kompetisi lokal yang rutin, mulai dari turnamen antar-SMA hingga liga antar-kecamatan. Langkah ini diharapkan bisa menjaring bibit atlet sejak dini dan memberikan wadah bagi mereka yang selama ini hanya bermain game di kamar tanpa arahan.
Dengan pelantikan pengurus baru, Klaten resmi memiliki peta jalan pengembangan esports. Namun, keberhasilan mereka tidak hanya diukur dari medali, melainkan juga dari berapa banyak orang tua yang akhirnya bangga melihat anaknya berlatih di bawah naungan IESPA.