PLN Siapkan Listrik untuk 96 Desa Terpencil di Sulut pada 2026, Tiga PLTS Dibangun di Kepulauan Sangihe

Penulis: Rendi Kusuma  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 12:51:02 WIB
PLN siapkan listrik untuk 96 desa terpencil di Sulawesi Utara pada 2026.

JAWA TENGAH — Rencana kerja tersebut dibagi dalam dua tahap. Pada Tahap I, PLN akan membangun dan memperluas jaringan distribusi di 82 lokasi, disusul 14 lokasi lainnya pada Tahap II. Program ini menyasar desa-desa yang selama ini belum tersentuh aliran listrik, terutama di kawasan perbatasan dan kepulauan.

Tiga PLTS untuk Wilayah Kepulauan

Untuk mengatasi tantangan geografis di daerah kepulauan, pemerintah dan PLN menyiapkan solusi konkret berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Tiga unit PLTS akan dibangun di Kabupaten Kepulauan Sangihe, tepatnya di Desa Beeng Darat, Desa Kahakitang, dan Desa Para. Wilayah ini selama ini sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional karena kondisi geografis yang terisolasi.

"Kehadiran listrik bukan sekadar perkara penerangan di malam hari, melainkan jantung dari keadilan sosial dan motor utama pertumbuhan ekonomi. Kita tidak boleh membiarkan ada warga Sulawesi Utara, terutama mereka yang berada di pulau-pulau terluar dan desa terpencil, terus berada dalam kegelapan dan tertinggal dari kemajuan," ujar Gubernur Yulius Selvanus dalam pertemuan tersebut.

Dukungan Penuh dari Birokrasi hingga Logistik

Menanggapi tantangan medan dan hambatan administrasi di lapangan, Pemerintah Provinsi Sulut menjamin dukungan penuh. Komitmen tersebut mencakup percepatan proses perizinan, fasilitasi penyelesaian izin jalur jaringan (Right of Way/ROW), hingga hibah lahan untuk pembangunan infrastruktur PLTS.

Dari sisi teknis, Pemprov juga siap memberikan kemudahan akses jalan dan jembatan, serta pengerahan alat berat ke daerah dengan tingkat kesulitan medan tinggi. Targetnya, seluruh konstruksi dapat selesai tepat waktu tanpa terkendala logistik.

Dorong Rasio Elektrifikasi di Bumi Nyiur Melambai

Sinergi antara Pemprov dan PLN ini diharapkan mampu mendongkrak capaian rasio elektrifikasi di Sulawesi Utara. Meski angka pastinya belum dirilis, program ini menjadi prioritas karena listrik merupakan hak dasar masyarakat yang menjadi penggerak utama ekonomi lokal, mulai dari usaha mikro, nelayan, hingga industri rumah tangga di desa terpencil.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam audiensi tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Tahlis Gallang, jajaran Asisten Sekda, serta Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut. Dengan adanya percepatan ini, pemerintah optimistis tak ada lagi warga di pelosok Bumi Nyiur Melambai yang harus hidup dalam kegelapan.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: jurnalmanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top