BLORA — Kepala Dindik Blora, Sunaryo, mengungkapkan pihaknya telah mengajukan SDN 1 Temengeng untuk mendapatkan perbaikan melalui DAK. Namun pengajuan tersebut ditolak lantaran jumlah siswa di sekolah itu kurang dari 60 orang.
“Karena jumlahnya kurang dari 60 siswa. Persoalan sekarang kan bantuan mensyaratkan jumlah murid. DAK dulu minimal 60 siswa,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Meski gagal di DAK, Dindik Blora tidak tinggal diam. Sunaryo menyebut pihaknya kini tengah mengupayakan perbaikan SDN 1 Temengeng melalui program revitalisasi sekolah. Program ini dinilai lebih longgar karena tidak mensyaratkan jumlah murid minimum.
“Kemarin kami minta untuk diusulkan program revitalisasi, kalau mungkin bisa,” ungkapnya.
Program tersebut, menurut Sunaryo, mempertimbangkan potensi perkembangan sekolah, bukan semata jumlah siswa saat ini.
Dari pantauan di lokasi, kondisi fisik SDN 1 Temengeng memprihatinkan. Bangunan sekolah masih didominasi konstruksi kayu, sementara beberapa bagian tembok tampak sudah lama tanpa perawatan. Plafon di sejumlah ruangan rusak dan berlubang.
Lantai di beberapa titik pecah dan hanya diperbaiki secara darurat. Toilet sekolah juga tak layak dengan pintu yang sudah rusak tanpa pernah diperbaiki.
Sunaryo mengakui kondisi tersebut, namun menilai bangunan secara keseluruhan masih aman untuk kegiatan belajar mengajar.
“Tidak jelek, cuma masih kayu semua. Kondisi sekolah, ya memang saya lihat tidak tembok, awalnya saya kurang tahu dulu struktur pertimbangan tanah yang gerak milihnya kayu atau apa,” kata Sunaryo.
Keterbatasan sarana memaksa sekolah melakukan sejumlah adaptasi. Belum adanya perpustakaan membuat satu ruang kelas harus dibagi dengan ruang kantor menggunakan sekat.
“Ada yang disekat, sekolah-sekolah kecil kami minta kelas rangkap. Apalagi yang kelas rendah (rombel kecil), kelas satu dan dua, kalau kecil ya ditangkap jadi satu ruangan,” jelas Sunaryo.
Sementara itu, jumlah guru dinilai masih mencukupi meski ada kekurangan untuk mata pelajaran olahraga. Guru olahraga terpaksa didatangkan dari sekolah terdekat untuk mengisi kekosongan tersebut.