JAWA TENGAH — Kepastian itu disampaikan Janice melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (11/9) malam. Ia mengaku telah menerima konfirmasi dari WTA bahwa dirinya tidak mendapat pengecualian untuk tampil di Asian Games.
Benturan Jadwal dengan WTA 1000 Beijing
Asian Games 2026 digelar bersamaan dengan turnamen WTA 1000 Beijing, salah satu dari empat turnamen wajib (mandatory) di kalender WTA Tour. Selain Beijing, tiga turnamen wajib lainnya adalah Indian Wells, Miami, dan Madrid.
Sebagai petenis papan atas WTA, Janice terikat aturan keikutsertaan di ajang mandatory tersebut. Konsekuensi jika absen mencakup denda finansial, penalti poin, hingga potongan bonus akhir tahun.
Pengakuan Janice: Keputusan yang Tidak Mudah
Dalam pernyataannya, Janice menyebut penarikan diri ini sebagai keputusan berat. Ia menegaskan selalu senang dan bangga bisa membela Merah Putih di setiap kesempatan.
"Setelah melalui banyak pertimbangan, saya harus mengambil keputusan yang tidak mudah bahwa saya tidak dapat bertanding di Asian Games tahun ini, yang berlangsung bersamaan dengan turnamen WTA 1000 wajib di Beijing," tulis Janice.
"Kami telah menerima konfirmasi dari WTA bahwa sayangnya, saya tidak mendapatkan pengecualian untuk dapat bertanding di Asian Games," lanjutnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas pengalaman membela Indonesia, termasuk meraih medali di Asian Games dan SEA Games, serta membantu Indonesia promosi di Billie Jean King Cup tahun ini.
"Ini bukan keputusan yang mudah bagi saya. Saya selalu senang dan bangga bisa mewakili Indonesia serta membela tim nasional kapan pun saya mendapat kesempatan," tulisnya.
Rekam Jejak Janice Bersama Timnas
Ini bukan kali pertama Janice tampil di ajang multievent. Ia sebelumnya memperkuat Indonesia di Asian Games 2022 dan tercatat meraih medali di level Asia maupun SEA Games.
Penarikan diri ini otomatis mengurangi kekuatan tim tenis putri Indonesia di Aichi-Nagoya. Pihak pengurus tenis nasional belum memberikan pernyataan resmi terkait absennya Janice.