JAWA TENGAH — Gerindra menilai pernyataan AHY tentang pemilu di acara puncak HUT ke-25 Demokrat kurang tepat waktu. Sebab, Demokrat saat ini masih menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Prabowo Subianto.
"Saya berharap setiap kita fokus saja menuntaskan kerja-kerja kita yang diamanahkan kepada kita, baik di legislatif maupun di eksekutif. Kalau terkait dengan pemilu kan masih lama kan," kata Sugiat saat dihubungi, Senin (7/9).
"Nah, apalagi kan Demokrat, Mas AHY adalah bagian dari pemerintahan," imbuhnya.
Fokus pada Program Kerakyatan Prabowo
Sugiat menegaskan seluruh partai koalisi sebaiknya membantu pemerintahan Prabowo menuntaskan persoalan rakyat. Menurut dia, elektoral tidak perlu dikhawatirkan jika kerja riil di tengah masyarakat berhasil dilakukan.
"Saya yakin dan percaya partai mana pun yang berhasil menuntaskan persoalan-persoalan rakyat, nanti secara otomatis elektoralnya pasti meningkat," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan Prabowo tidak pernah membahas pemilu di internal Gerindra. Fokus presiden saat ini adalah menyelesaikan masalah kerakyatan yang dihadapi bersama.
Isi Pidato AHY: Kritik Netralitas Aparatur
Dalam pidatonya di kantor DPP Partai Demokrat, AHY meminta kader partainya yang duduk di eksekutif, legislatif, dan kepala daerah peka terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat. Ia juga menyoroti pentingnya profesionalisme dan netralitas aparatur negara menjelang pemilu.
AHY menyinggung amanah reformasi yang memastikan TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, dan ASN tidak memihak dalam politik praktis. Ia lalu merujuk pada pengalaman 10 tahun pemerintahan SBY sebagai contoh peralihan kekuasaan yang damai.
"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," kata AHY.
Golkar Membaca Sinyal AHY sebagai Calon Presiden
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai pidato AHY bukan sekadar pernyataan politik biasa. Ia melihat ada sinyal kuat bahwa AHY siap bertarung dalam Pilpres mendatang.
"Namun, dilihat dari nuansa penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi signal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam Pilpres mendatang," kata Doli, Senin (7/9).
Doli mengaku setuju dengan pernyataan AHY soal kekuasaan yang memiliki batas waktu. Menurut dia, pernyataan tersebut sejalan dengan prinsip demokrasi yang selama ini dijaga partainya.